Menu

Harga Kolang- kaling Mulai Naik

Kolang-Kaling

MetroAsahan.com – Menjelang puasa bulan Ramadhan 1438 Hijriyah, harga kolang-kaling mulai menjanjikan. Ada kenaikan Rp1.000 per kilogram (kg). Kenaikan terjadi sekitar seminggu terakhir.

Biasanya, menjelang puasa, banyak warga beralih atau mencari kerja sampingan dengan mengolah kolang-kaling.
”Mengolah kolang-kaling merupakan pekerjaan musiman dalam memenuhi perekonomian masyarakat,” kata Rudi (40) salah seorang warga Kecamatan Sipirok, Selasa (9/5).

Kolang-kaling merupakan biji dari buah pohon aren yang lebih dulu dimasak, lalu digepeng, sebelum dipasarkan.
”Getah pohon aren sangat gatal, setelah dimasak rasa gatal akan jauh berkurang,” ujarnya. Tidak semua buah aren bisa dijadikan kolang kaling. Tetapi masih dalam kondisi kenyal. Karena itu, sebelum dimasak, buah aren harus diperiksa lebih dulu.

”Bijinya juga berbeda ukuran dan tingkat kekenyalannya. Sehingga, ada klasifikasi super dan biasa,” terangnya.

Budimana (35) warga lainnya membenarkan kenaikan harga kolang kaling. Seminggu sebelumnya, harga kolang kaling Rp4.500 hingga Rp5.000 per kg. Namun saat ini sudah Rp5.500 hingga Rp6.000 ribu per kilogram.“Harga ini masih akan terus naik berdasarkan pengalaman tahun lalu,” ucapnya.

Namun, sambungnya, kolang kaling tidak bisa terlalu lama ditahan untuk menunggu harga naik. Sebab, bisa mati gas dan akhirnya tidak laku. ”Buah aren juga semakin payah didapat,” pungkasnya. (ran/mt)

loading...