Menu

Harga Cabai Anjlok

Ilustrasi

MetroAsahan.com, TANJUNGBALAI – Harga cabai merah di pasar tradisional kota Tanjungbalai anjok. Hal ini disebabkan banyaknya pasokon, sehingga para pedangang menjual cabai merah seharga Rp6 ribu per kilogram.

“Hari ini harga cabai merah makin turun. Dari agen Rp 4 ribu dan dijual Rp 6 ribu per kilolah paling bisa,” ujar Sihotang (40), seorang pedagang cabai di pasar Bengawan yang ditemui awak koran ini, Senin (3/7).

Menurutnya, penyebab jatuhnya harga cabai merah karena banjirnya cabai di pasaran. Selain itu faktor libur lebaran juga berpengaruh turunnya harga cabai karena permintaan dan pasokan berbanding terbalik.

“Lagi musim panen semua, banyaklah stok. Sementara pembeli tak ada karena libur lebaran kemarin. Bisa-bisa besok (hari ini,red) makin turun lagi,” ungkapnya

Hal yang sama juga dikatakan Butet (38), pedangang cabai lainnya. Turunya harga cabai cukup drastis jika dibandingkan dengan sebelum lebaran. Sebelum lebaran, harga cabai merah masih berada di harga Rp18 ribu sampai dengan Rp25 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah memang paling jatuh jika dibandingkan dengan jenis cabai lainnya. Seperti cabai hijau masih dijual Rp12 ribu per kilo, cabai rawit Rp15 ribu per kilo. Kali ini memang paling anjok dari sebelum lebaran, bahkan dari tahun-tahun sebelumnya, baru kali inilah terjadi  cabai murah kayak gini. Kami pun tak bisa pala dapat banyak untung, karena kalaupun distok pembeli tak ada,” kata butet.

Sementara itu Joni (35), salah seorang petani cabai lokal di kota Tanjungbalai mengeluhkan anjloknya harga cabai merah tersebut. Menurutnya, harga yang sangat jatuh dari biasanya itu membuat mereka rugi total.

“Gawat bang, nolak ke angen Rp3 ribu paling mahal, itupun cabai pilihan, kalau tidak Rp 2 ribu per kg, sementara kami lagi panen,” ujarnya.

Dia juga  menuturkan, dengan harga yang ada saat ini, untuk mengembalikan biaya perawatan selama taman saja tidak cukup. Untuk itu ia berharap kepada pemerintah agar perhatikan petani cabai merah, terutama di daerah,

“Tentunya rugi total lah, karena harga  anjlok, sementara biaya perawatanya besar,” ujarnya mengeluh. (Mag02/ma)

loading...