Menu

Petani Berharap Harga Sawit Cepat Membaik

Ilustrasi

MetroAsahan.com – Harapan petani agar harga jual tandan buah segar (TBS)  kembali membaik terus terdengar.  Mereka pun tetap merawat sawit miliknya,  kendati harga sawit saat ini anjlok dan diperparah lagi produksi menurun.

“Memang, sampai sekarang, hasil panen sawit belum naik, karena masih musim trek buah sawit. Harga jualnya juga masih belum naik setelah lebaran ini,” sebut Zulkarnaen, satu petani sawit di Kecamatan Sosa, belum lama ini.

Tapi, lanjutnya, walaupun demikian, dirinya merasa perlu tetap melakukan perawatan kebun sawit, sebagai persiapan menjelang kenaikan produksi hasil buah sawit yang diprediksi akan terjadi pada bulan November nanti.

“Saat ini, di kebun sawit saya, sudah muncul buah-buah sawit muda. Makanya, kita perlu tetap merawat kebun sawit. Seperti meracun rumput, memberikan pupuk secara rutin. Agar di bulan November hasil produksi sawit kita bisa keluar maksimal,” ujarnya.

Saat ini, jelas Zulkarnaen, dari seluas 4 hektare kebun sawitnya, minggu ini hasil panennya hanya 1,8 ton, dengan harga Rp 1.545/kg. “Kalau normalnya, hasil panen sawit kita 3,5 ton sampai 4 ton. Tapi, sekarang, masih juga trek,” ucapnya.

Dikatakannya, penurunan panen sawit petani di daerah ini pada musim trek bisa mencapai 50 persen sampai 70 persen dari kondisi panen normalnya.

Seperti yang dialami Syawaluddin Daulay, satu petani sawit di Desa Ujung Batu, mengaku, dari seluas 3 hektare kebun sawit miliknya, saat ini di musim trek, hasil panennya hanya 500 kg.

“Biasanya, hasil panen sawitnya bisa dapat 1,5 ton. Tapi, sekarang, kan masih trek. Makanya, saat ini kita perlu merawat kebun sawit. Meracun rumputnya atau memupuk,” jawabnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Darwin Siregar, petani sawit di Desa Aek Tinga. “Dari seluas 2 hektare kebun sawit saya, kemarin hasil panennya hanya 680 kg. Padahal biasanya bisa sampai 1,5 ton hasilnya,” aku Darwin.

“Harga jual sawitnya juga belum naik setelah lebaran. Kemarin saya jual sawitnya Rp 1.545 per kilogram. Memang penurunan hasil panen sawitnya di musim trek ini lebih dari 50 persen. Tapi, kebun sawit harus tetap dirawat lah, Bang,” lanjut Darwin. (lay/ma)