Menu

Harga Naik Rp245 per Kg, Petani Karet Masih Lesu

Para petanai karet saat menjual hasil karet mereka

MetroAsahan.com, RANTAU – Harga karet di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu mengalami kenaikan sekitar Rp245 per kilogram. Namun kenaikan harga tersebut masih membuat petani lesu lantaran penghasilan yang didapat belum cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suprono (49), petani karet di Desa Meranti Kecamatan Bilah Hulu, Sabtu (26/8) mengatakan, harga getah karet di tingkat petani Desa Meranti terakhir mencapai Rp5260 per kilogram. Sementara pekan lalu, hanya Rp5015 per kilogram.

“Jadi ada kenaikan harga sekitar Rp245 per kilogram,” ujarnya.

Namun menurut Supron, kenaikan harga karet itu belum membuat mereka para petani bergairah. Sebab, penghasilan yang didapat dari hasil menyadap getah pohon karet tersebut dianggap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian hari semakin tinggi.

“Sekarang apa-apa mahal, seperti listrik dan sebagainya. Jadi, naiknya harga karet ini belum sebanding dengan naiknya biaya kebutuhan hidup,” keluhnya.

Hal inilah, kata Suprono, yang membuat petani karet di desanya masih tetap merasa kesulitan meskipun harga getah karet yang menjadi mata pencaharian mereka mulai merangkak naik.

“Petani masih lesu, belum bergairah hidupnya,” ungkapnya.

Senada disampaikan Tardi (51), petani karet lainnya. Menurutnya, harga karet yang pas untuk petani saat ini adalah Rp 35.000/kilogram. Dengan harga itu petani karet dapat hidup layak.
”Kalau pemerintah bersungguh-sungguh saya yakin harga itu bisa tercapai. Buktinya sebelum krisis ekonomi tahun 1998, petani sempat menikmati harga karet hingga Rp 25.000/kilogram. Intinya ya kesungguhan pemerintah kita,” tandasnya. (nik/rah)