Menu

Sekeluarga Diikat, Perhiasan dan Kereta CBR Digasak

Misrun, korban perampokan (nomor 2 dari kiri) saat akan membuat laporan di Polsek Kualuh Hilir.
Richard Silaban/MetroAsahan
Misrun, korban perampokan (nomor 2 dari kiri) saat akan membuat laporan di Polsek Kualuh Hilir.

MetroAsahan.com, LABURA – Sebuah rumah di Dusun Blok IX, Desa  Pangkalan Lunang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) jadi sasaran perampok, Senin (15/5) sekitar pukul 03.00 WIB.

Perampok yang diperkirakan berjumlah 4 orang berhasil memasuki rumah setelah merusak pintu belakang. Berhasil masuk, kawanan kemudian membangunkan Misrun, pemilik rumah bersama istri dan anaknya.

Dengan kondisi tangan dan kaki diikat pakai karet ban dan tali, korban dipaksa kawanan perampok menunjukkan letak uang dan perhiasan. Namun pelaku tidak menemukan. Pelaku kemudian kalap dan mencoba mencucuk mata Misrun dengan menggunakan pisau namun pelipis yang terkena.

Pelaku kemudian membawa lari sepeda motor korban jenis CBR BK 2403 JAG beserta BPKB dan perhiasan berupa anting dan cincin yang terpakai. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 35 juta. Misrun menyebutkan, dirinya tidak mendengar saat kawanan perampok merusak pintu belakang rumahnya karena kondisi hujan lebat.

”Saat itu hujan lebat. Kami sedang tidur di ruangan tamu dan anak perempuan tidur di kamar. Kami terbangun setelah diancam perampok,” terang Misrun.

Polisi yang datang ke lokasi setelah mendapat laporan korban sudah meminta keterangan dari korban dan melakukan olah TKP.

Kapolsek Kualuh Hilir AKP Jonny Tampubolon melalui Kanit Reskrim Ipda Darma Bakti membenarkan peristiwa tersebut. Hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan. ”Saksi-saksi sudah dipanggil, sedangkan pelaku masih dalam pengejaran,” tandasnya. (cad/rah/ma)