Menu

Pemilik dan Pelayan Cafe Meninggal Akibat Ditikam, Satu Kritis

Ilustrasi

MetroTabagsel.com, PALAS – Diduga akibat pengaruh minuman keras, seorang tamu kafe  mengamuk dan nekat menikam pemilik dan pekerja kafe hingga tewas, Jumat (1/9) sekira pukul 21.00 WIB. Sementara satu lagi masih kritis.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kebun Nagar Desa Surodingin, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas). Sementara pelaku Anto Wijaya Nduru langsung melarikan diri.

Kedua korban tewas adalah Hardiman Hasibuan alias Doyok (27) warga Desa Surodingin Kecamatan Lubuk Barumun (pemilik kafe, red), dan Jodi Prayuda Hutagalung (24) warga Medan. Sedangkan Angga Maulana Jaya (kasir cafe) masih kritis di RSUD Sibuhuan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lokasi kejadian, peristiwa ini bermula dari pelanggan yang sengaja membuat keributan. Pelanggan yang berjumlah lima orang ini datang berkelompok sekitar pukul 21.00 WIB. Lalu memesan minuman beberapa pasang botol bir.

Saat itu, suasana semakin tegang ketika pelanggan meminta pelayan wanita untuk menemani mereka. Permintaan itu tak terpenuhi karena pelayan-pelayan sudah menemani pelanggan lainnya.

Lalu satu dari lima orang pelanggan ini kembali memesan minuman ke kasir yang berada di depan 10 meja yang tersedia. Saat itulah pelanggan yang belakangan diketahui bernama Anto Wijaya Nduru mencabut pisau dari balik pinggang, lalu menikam Doyok, selaku pemilik kafe.

Seketika Doyok tumbang. Kemudian pelaku kembali menikam Angga Maulana Jaya yang bertugas sebagai kasir kafe. Dari sepuluh meja yang dipenuhi pelanggan, tak satupun berkutik, karena pelaku mengacungkan pisau.

Begitu keluar, pelaku juga sempat hendak menikam Mila, salah satu pelayan kafe. Beruntung Mila mengelak. Namun pisau mengenai Jodi Hutagalung dibagian perut, dan tumbang bersimbah darah.

“Untung Mila mengelak, yang kena itulah si Jodi, baru pigi orang itu,” kata pelayan kafe menceritakan.

Pelaku yang berkelompok lima orang ini lalu kabur ke arah Siali-ali. Sedang tiga korban dilarikan ke RSUD Sibuhuan.

Begitu sampai di RSUD Sibuhuan, Doyok dinyatakan tewas malam itu juga. Sementara Jodi Hutagalung tewas diperjalanan yang rencananya dirujuk ke RS Adam Malik Medan. Sedang Angga hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Sibuhuan.

Sebelum kejadian, pelaku juga sempat bertengkar dengan Rudi Hasibuan, abang korban yang turut mengelola kafe tersebut. Namun hanya sebatas pertengkaran mulut, lalu Rudi beranjak hendak berbelanja keperluan kafe.

“Nggak taunya sudah dapat kabar kejadian ini,” sebut Rudi di lokasi kafe yang berjarak sekira 3 kilometer dari jalan lintas.

Mendapatkan info itu, Polsek Barumun langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Tampak garis polisi sudah dipasang di lokasi kejadian. Petugas sudah mengamankan kaos oblong warna orange. Di belakang kaos ada tulisan Sopo Valentine serta bercakan darah korban Jodi Prayuda Hutagalung.

Kemudian satu potong kaos warna putih yang juga dilumuri darah milik Doyok. Serta satu potong kaos oblong warna hijau dan satu potong celana lea pendek warna abu-abu yang bercak darah milik Angga Maulana Jaya.

Almarhum Doyok mengalami luka robek pada bagian perut di atas pusar dengan usus keluar akibat benda tajam. Sabtu siang almarhum langsung dimakamkan.

Sementara Angga Maulana Jaya mengalami luka robek pada bagian perut samping kiri dengan usus keluar akibat paksa benda tajam. Sedangkan Jodi Prayuda Hutagalung mengalami luka robek pada bagian dada sebelah kiri dan  meninggal diperjalanan menuju ke Medan.

Kejadian ini dibenarkan Kapolsek Barumun AKP Sudirman SH. Pihaknya juga sudah mendatangi PT SSL di Sialiali, tempat kelima orang ini bekerja. Dari lokasi, polisi mengetahui identitas kelima orang tersebut. Setelah ditelusuri dan dimintai keterangan pelayan kafe, satu dari lima pelanggan diduga sebagai pelaku.

“Hingga kini kita masih melakukan  pengejaran. Kelima orang ini sudah tidak ada lagi di sana sekarang (SSL, red),” ujar Kapolsek Barumun membenarkan tindakan Pasal 338 tersebut. (tan/mt)