Menu

Ayah Gorok Leher Putri Kandung, Mayat Dikubur Didekat Rumah

n Antonius yang membunuh putri kandungnya ditangkap di kediamannya dan langsung diborgol oleh polisi.

MetroAsahan.com – SADIS! Lima bulan lebih peristiwa pembunuhan oleh ayah terhadap putri kandungnya tersimpan rapi. Terjadi bulan April lalu, akhirnya terungkap di akhir September ini. Korban dimakamkan di samping rumah.

Dan, RB, adik korban, yang disuruh ayahnya mengangkat jasad kakaknya itu. RB tak sanggup melakukannya, dan si ayah juga lah yang mengangkat dan menguburkan jasad korban.

Polisi yang kemudian mendapatkan laporan kakek korban akhirnya meluncur ke lokasi kejadian, yang juga merupakan tempat tinggal pelaku, di Dusun Aek Lobu, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (28/9 pukul 14.30 WIB. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

Keterangan pelaku kepada pihak kepolisian yang disampaikan Paur Subbag Humas Polres Tapteng Aiptu Hasanuddin Hasibuan kepada wartawan, Jumat (29/9), pembunuhan sadis itu terjadi karena korban bernama Safrida Batee (22) menolak diajak ayahnya memanen daun nilam.

Diketahui, pelaku adalah petani nilam, yang juga satu-satunya sumber penghasilan bagi keluarga ini. Sebab, istri pelaku, sudah terlebih dulu menghadap Sang Pencipta.

“Pelaku bernama Antonius Batee menggorok leher putri kandungnya hingga tewas. Itu terjadi Senin (17/4) sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Aiptu Hasanuddin Hasibuan.

Cerita pelaku kepada polisi bahwa awalnya korban baru pulang jalan-jalan. Sampai di rumah, Antonius bertanya pada putrinya darimana saja dia. Korban menjawab bahwa dia baru pulang jalan-jalan.

Kemudian, Antonius mengajak putrinya ke kebun untuk mengambil daun nilam. Namun korban menolak. “Malas aku, Pak. Jangan paksa aku,” ujar korban seperti yang ditirukan Antonius kepada polisi.