Menu

Diringkus, Pengedar Ganja Melawan

Ilustrasi

MetroAsahan.com, TAPTENG – Sempat berontak dan hendak melakukan perlawanan, salah seorang pengedar narkotika jenis ganja di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil dibekuk personel Polsek Pandan saat hendak melakukan transaksi.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan mengatakan, penangkapan terhadap MJS (35) warga Lingkungan 1, Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, berlangsung pada Minggu (8/10) sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Sibolga-Padangsidempuan (Psp), tepatnya di Lingkungan 1, Kelurahan Muara Nibung, setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Awalnya kita mendapat informasi dari masyarakat. Mereka juga sudah resah. Setelah dapat informasi, kita tindaklanjuti, kita survei orangnya dan ciri-cirinya sudah kita tahu. Saat di TKP, kita lihat dia memang membawa itu (ganja) dalam kantongan. Setelah itu langsung kita sergap bersama anggota,” ujar AKP Parohon, Senin (9/10).

Saat penangkapan, AKP Parohon mengatakan bahwa pelaku sempat melakukan perlawanan dan erontak. “Tersangka sempat melawan. Kita piting dan langsung kita periksa, ternyata ada ganja, maka kita langsung bawa ke kantor,” ucapnya.

Saat melakukan penangkapan, AKP Parohon menuturkan pihaknya menemukan barang bukti dari tangan tersangka berupa 19 ampul ganja. “Ya, dia pengedar. Ada 19 bungkus kecil daun ganja yang sudah siap diedarkan,” katanya.

Dijelaskan, saat pihaknya melakukan pemeriksaan, diketahui bahwa MJS ada menyimpan ganja di rumahnya dan pihaknya langsung berkoordinasi kepada pemerintahan setempat dan melakukan penggeledahan didampingi 4 personel Sabhara Polres Tapteng dengan bersenjata lengkap untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kita langsung cek dan ternyata benar bahwa barangnya ada di dapur sesuai pernyataan tersangka. Tak sampai setengah kilo, dibuat di dalam plastik asoi. Tapi asalnya kita belum tahu, masih pengembangan dan tersangka sudah kita limpahkan ke Sat Narkoba Polres Tapteng,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, MJS dijerat Pasal 111 ayat 1 Subsider 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara ini. (dh/ara)