Menu

Lima Alasan Presiden Termuda Prancis ini Menang

Emmanuel Macron
Emmanuel Macron

MetroAsahan.com, PARIS – Emmanuel Macron sudah memicu gempa bumi politik di Prancis. Setahun yang lalu, dia hanya pegawai pemerintahan di bawah kekuasaan presiden paling tidak populer dalam sejarah kepresidenan Prancis.

Sekarang, di usia 39 tahun, Macron memenangkan kursi kepresidenan dengan mengalahkan sayap kiri mainstream Prancis. Apa yang membuatnya menang? Berikut prediksi beberapa media.

Emmanuel Macron Ini faktor yang tidak bisa disangkal lagi. Beberapa kandidat presiden lain dipenuhi dengan skandal. Bahkan, kandidat dari partai-partai besar. ”Macron sangat beruntung karena dia menghadapi situasi yang sama sekali tidak diprediksi sebelumnya,” kata Marc-Olivier Padis, think tank grup Terra Nova yang berbasis di Prancis.

Cerdik. Selain beruntung, Macron juga dinilai sangat cerdik. Sebelum pemilu, Macron bisa saja mengambil tiket yang ditawarkan Partai Sosialis. Tetapi dia menyadari partai mayoritas itu belakangan sudah ditinggalkan pemilihnya. Dia kemudian memilih gerakan politik yang belakangan merebak di seluruh Eropa. Pada April 2016, dia meluncurkan gerakan people-powered En Marche! (On the move). Empat bulan kemudian, dia mundur sebagai Menteri Ekonomi di pemerintahan Presiden François Hollande.

Menawarkan Sesuatu yang Baru. Membawa gerakan En Marche, Macron belajar dari kemenangan Barack Obama pada 2008. Langkah terbesarnya, kata jurnalis freelance yang berbasis di Paris, Emily Schultheis, adalah pawai aktivis En Marche.

“Kampanye mereka menggunakan perhitungan matang yang menyasar distrik-distrik yang mewakili Prancis secara keseluruhan,” kata Schultheis. “Mereka mengirim relawan untuk mengetuk 300 ribu pintu,” sebutnya.

Tak hanya itu, para relawan juga menghelat 25 ribu wawancara mendalam selama 15 menit di seluruh negeri. Hasil wawancara itu kemudian masuk dalam data base dan membantu tim pemenangan menentukan prioritas dan kebijakan kampanye.

Menyampaikan Pesan Positif. “Dia muda, penuh dengan energi, dan dia tidak menjelaskan apa yang akan dia lakukan untuk Prancis. Namun, dia menjelaskan kalau masyarakat akan mendapatkan kesempatan baru. Hanya dia kandidat yang menyampaikan pesan ini,” kata Marc-Olivier Padis.

Melawan Marine Le Pen. Kebalikan dengan Macron, Le Pen menyebarkan isu negatif. anti-immigrasi, anti-EU, dan anti-sistem. Kampanye Macron selalu hidup dengan membawa musik pop. (jpg)

loading...