Menu

Pasangan Ini Ditanam dan Dilempari Batu Sampai Mati

Ilustrasi

MetroAsahan.com, MALI – Pasangan belum menikah ini menemui ajalnya di Mali. Tubuh mereka ditanam sampai sebatas leher kemudian kepala mereka dilempari batu sampai meninggal dunia. Tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari hukum syariah yang diberlakukan sejak sebagian Mali dikuasai kelompok militan.

Grup jihad tersebut menguasai kawasan kota di bagian selatan Mali, pada Maret 2012. Meski invasi militer yang dipimpin oleh Prancis berhasil menghalau sebagian penguasaan militan di Mali, namun grup tersebut masih saja melakukan penyerangan sporadis kepada masyarakat lokal dan pasukan militer asing.

“Para militan Islam itu menggali dua lubang dan mereka meletakkan lelaki dan perempuan yang sudah hidup bersama namun belum menikah,” ujar seorang staf lokal. “Mereka kemudian dilempari batu sampai mati,” sambungnya.

Eksekusi sadis itu berlangsung di Taghlit, yang berada di kawasan Kidal, pada Selasa (16/5). Sumber yang sama mengatakan kepada AFP, kalau anggota masyarakat juga diajak ikut melempari pasangan tersebut. “Ada empat orang yang melempari keduanya sampai mereka mati,” lanjutnya.

Pejabat lokal lain mengatakan kalau ketua grup militan tersebut menuduh pasangan itu melanggar hukum Islam. Dan hukumannya adalah dilempari baru. Memang saat berhasil menguasai sebagian kota di Mali, grup jihad memberlakukan sebagian hukum syariah. Seperti penggunaan burka bagi kaum perempuan dan hukuman lempar batu untuk beberapa pelanggaran. (jpg/ma)

loading...