Menu

36 Orang Jamaah Haji Meninggal di Mina

Ilustrasi

MetroAsahan.com, MAKKAH – Prosesi haji masih berlangsung di Mina. Selama dua hari di Mina, ada 36 jamaah haji Indonesia yang wafat. Dengan demikian, hingga Sabtu 2 September 2017, jamaah yang wafat berjumlah 216 orang.

Data jamaah wafat ini merujuk Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Rinciannya, 2 wafat di Jeddah, 36 di Madinah, dan 124 di Makkah. Kemudian dalam dua hari puncak haji, ada 54 jamaah yang wafat, yaitu 16 orang wafat di Arafah dan 38 orang di Mina.

Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes) Kementerian Kesehatan Eka Jusuf Sinka mengatakan, kasus menonjol penyebabnya adalah serangan jantung dan kelelahan.

“Penyebabnya, penyakitnya sudah ada sejak di Tanah Air. Lalu aktifitas yang berat,” sebut Eka, Minggu pagi (3/9/2017).
Puncak haji sendiri berlangsung pada Kamis 31 Agustus 2017 saat wukuf di Padang Arafah. Prosesi haji berlanjut dengan pergerakan ke Muzdalifah selepas Magrib.

Setelah itu jamaah bergeser ke Mina untuk mabit (menginap) dan melempar jumrah di Jumarat. Prosesi haji akan berakhir setelah jamaah melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram.

“Data hingga sore tadi (Sabtu), 216 jamaah wafat. Pada periode yang sama, jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai mengecek Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Maktab 8 Mina.

Lukman menjelaskan ada berbagai faktor penyebab kejadian tersebut. Mulai dari jumlah jamaah yang tahun ini lebih banyak hingga cuaca panas.  “Selain itu, banyak jamaah kita yang berisiko tinggi (risti),” kata Lukman seraya mengatakan, jamaah yang termasuk kategori risti di antaranya lansia, memiliki penyakit bawaan, dan lain-lain. (aky/int)