Menu

Jalin Kesepakatan dengan Pemerintah, Ini Komitmen Telegram

Telegram

MetroAsahan.com – Kesepakatan akhirnya tercapai antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Telegram, pasca diblokirnya layanan percakapan instan dari aplikasi Telegram.

CEO Telegram, Pavel Durov mengatakan, SOP tersebut intinya mengatur tentang penghapusan adanya video, gambar atau propaganda yang sifatnya mengandung ujaran kebencian. Menurutnya, dahulu dibutuhkan penghapusan tersebut memakan waktu 24 sampai 36 jam. Saat ini hanya bisa beberapa jam saja. “Karena Telegram sudah menambah anggota dengan latar belakang Indonesia di dalam tim,” ujar Durov dalam konfrensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (1/8).

Kemudian pria asal Rusia ini juga berjanji akan menutup semua channel yang dimiliki oleh kelompok radikal Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) atau yang lainnya. Sehingga aplikasi Telegram ini bisa kembali digunakan oleh masyarakat Indonesia.

“Bisa menutup channel yang berkaitan dengan organisasi terorisme misalnya ISIS,” katanya. Durov juga berkomitmen tidak ada lagi bentuk proganda yang dilakukan oleh para pelaku teror di Telegram. Sebagai bentuk komitmennya adalah adanya orang Indonesia yang direkrut untuk mengawasi propaganda ujaran kebencian itu. “Sehingga akan adanya kecepatan dari Telegram dalam merespon bentuk-bentuk proganda tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara usai melakukan pertemuan dengan CEO Telegram Pavel Durov. Dalam pertemuan itu Rudi mengaku pihaknya sepakat untuk menyiapkan aturan atau standar operasional prosedur (SOP) mengenai konten-konten bersifat radikalisme. Menurut Rudi, SOP tersebut disiapkan jika nantinya ada gambar atau video yang terindikasi radikalisme bisa langsung dihapus oleh Telegram.(jpg)