Menu

Ayo Registrasi Ulang SIM Card

Sim Card

MetroAsahan.com – Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan mengimbau kepada masyarakat agar melakukan registrasi ulang kartu telepon seluler (SIM card) prabayar sampai dengan batas akhir yang ditetapkan tanggal 28 Februari 2018. Jika tidak, maka siap-siap kartu akan terblokir.

Hal tersebut disampaikan kembali Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Asahan Rahmad Hidayat Siregar, Rabu (1/11) kepada wartawan. “Registrasi ulang, baik SIM Card yang sudah lama maupun kartu perdana, sudah menjadi kewajiban bagi setiap pelanggan seluler di Indonesia. Jika tidak melakukan registrasi, maka siap-siap kartu prabayar diblokir,”ujarnya.

Mantan Camat Kota Kisaran Timur ini mengatakan, mulai 31 Oktober 2017 semua pelanggan seluler diwajibkan melakukan registrasi ulang sampai 28 Februari 2018. “Proses registrasi dimulai 31 Oktober 2017. Diharapkan tuntas sebelum 28 Februari 2018. Jika melewati batas, maka nomor pelanggan beresiko diblokir dan dinonaktifkan secara bertahap. Kan sayang kalau nomor yang biasa kita pakai diblokir,” sebutnya.

Kewajiban melakukan registrasi, kata dia  ada di dalam Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, di mana pemerintah mewajibkan semua calon pelanggan dan pelanggan lama kartu prabayar untuk melakukan registrasi dengan validasi Nomor Induk Kependudukan.

Olehnya itu, dia meminta kepada seluruh pengguna seluler khususnya di Asagan untuk segera melakukan registrasi ulang.  Ada pun cara registrasi kartu perdana adalah mengirimkan SMS ke 4444 dengan mengetik NIK#NomorKK#, sedangkan untuk pelanggan lama cukup mengetik ULANG#NIK#Nomor KK#.

“Bagi yang belum punya e-KTP, maupun yang belum mencapai usia 17 tahun, bisa menggunakan NIK yang ada di Kartu Keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, banyaknya beredar informasi hoax berkembang di tengah masyarakat seputar regitrasi ulang SIM card ini yang batas akhir berlangsung sampai tanggal 31 Oktober 2017. Padahal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan operator seluler sudah sempat melakukan sosialisasi registrasi kartu prabayar berlaku mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

Dampak dari hal itu, situs web operator seluler sempat down karena tingginya trafik pengunjung yang ingin melakukan registrasi kartu secara online, pada hari Selasa, tanggal 31 Oktober 2017 kemarin. Hal tersebut juga membuat pelanggan lainnya menjadi kesulitan registrasi.

“Registrasi sim card ulang hari Selasa kemarin memang sulit dan selalu gagal. Mungkin banyak yang termakan issue kalau batasnya kemarin, padahal sampai tanggal 28 Februari 2018,” kata Heru Sihotang.