Menu

Anggaran BSSN Dianggap Selangit, DPR Harus Bahas Secara Matang

BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)

MetroAsahan.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru saja dilantik membutuhkan anggaran sekitar Rp2 triliun per tahun untuk melaksanakan tugas melindungi ranah dunia maya Indonesia dari ancaman serangan siber.

Menurut Anggota Komisi I DPRI RI Roy suryo, besarnya anggaran tersebut harus dikaji secara matang oleh Komisi I DPR agar nantinya tidak menjadi sia-sia yang justru malah merugikan. Terlebih anggaran tersebut berasal dari rakyat Indonesia.

“Bagaimanapun juga jangan sampai uang rakyat yang nanti dialokasikan untuk anggaran BSSN yang nilainya tidak sedikit itu menjadi terbuang percuma,” kata Roy di Kawasan Mampang Jakarta Selatan, Sabtu (6/1).

Politisi dari Partai Demokrat itu menyebut, BSSN merupakan organisasi besar yang levelnya sama dengan Badan Intelejen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berada dibawah kewenangan presiden. Oleh karenanya, pihaknya akan segera melakukan pembahasan ketika masa sidang DPR telah dimulai.

Selanjutnya Roy mengatakan, pihaknya sendiri mendukung pembentukan BSSN tersebut. Namun dia mengingatkan, organisasi tersebut harus bekerja secara profesional. Terlebih setiap negara pasti telah mempunyai sistem untuk melindungi dari bahaya-bahaya siber yang mengancam negara.

“Jangan kemudian digunakan untuk melindungi aparatnya dari serangan masyarakat,” pungkasnya. (jaa)