Menu

Duh, Pasutri Ini Tega Menghabisi Siswa SMA

Tersangka pasutri yang ditangkap polisi karena membunuh pelajar.

MetroAsahan.com – Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Kedaton dan Polresta Bandarlampung, meringkus suami isteri tersangka pembunuh Merdi (17), pelajar SMA swasta di Lampung Selatan.

Polisi menangkap kedua tersangka, di kampung halamannya di daerah Way Kanan, kemarin. Semetara, Merdi warga Jalan Indra Bangsawan yang dibunuh di kamar kos Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandarlampung, beberapa waktu lalu.

Tersangka Agus (22) dan Fita (20), keduanya warga Negeri Agung, Way Kanan hingga Selasa diang masih diperiksa. Polisi bahkan terpaksa melumpuhkan Agus dengan timah panas, karena melawan saat ditangkap.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono didampingi Kapolsekta Kedaton, Kompol Bismark, Selasa (17/10) mengatakan, pihaknya menyita sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna biru, ponsel merk Advan, dua jaket warna warna coklat dan biru, satu kaos warna hitam dan celana jeans warna coklat milik korban yang dicuri kedua tersangka.
“Petugas juga menyita barang bukti yang digunakan kedua tersangka untuk menghabisi nyawa korban, yakni satu gulung kabel listrik, satu palu bergagang besi, sebilah pisau dan satu lembar karung warna putih,”ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Merdi ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandarlampung, Minggu (24/9/2017) malam lalu. Menurut pemilik kos, Nirwana (50) Merdi pelajar SMA di Natar, Lampung Selatan. Jenazah Merdi ditemukan pertamakali oleh Murni, sesama penghuni di tempat kos tersebut sekitar pukul 18.00 WIB.
Awalnya, Murni mencium aroma bau tak sedap dari kamar sebelahnya, karena curiga Murni melapor kepada Nirwana. Selanjutnya, pemilik kos bersama warga membuka paksa kamar kos yang dicuriga mengeluarkan bau tidak sedap tersebut.

Ternyata Merdi ditemukan tewas tergeletak di lantai bersimbah darah. Sementara penghuni kamar kos tersebut, Agus dan Fita beserta sudah tidak ada .Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, Agus dan Fita mengakui mengenal korban Merdi. Bahkan kedua tersangka dan korban, sering ngobrol di tempat kos yang ditempati kedua tersangka.

“Motif pembunuhan lantaran sakit hati. Alasannya, karena korban tidak mau membantu tersangka Agus yang saat itu ribut dengan seseorang di wilayah Natar,” ujarnya kepada awak media, Selasa (17/10).

Setelah menghabisi korban, kata Murbani, kedua tersangka melarikan diri dengan membawa sepeda motor Yamaha Jupiter Z, serta ponsel milik korban ke kampung halamannya di daerah Way kanan.

“Jadi Kasus pembunuhan korban Merdi, otak perencana pembunuhannya adalah tersangka Fita dan untuk eksekutornya suaminya, tersangka Agus,” terangnya. Kombes Pol Murbani Budi Pitono menambahkan kedua tersangka sudah merencanakan pembunuhan tersebut dan mereka bersepakat berbagi peran.

“Tersangka Fita menjemput korban, sedangkan suaminya Agus menunggu di tempat kosnya Jalan Kapten abdul Haq, Rajabasa, Bandarlampung,” ujarnya Sesampainya korban Merdi di tempat kos, kata Murbani, tersangka Agus langsung memukul kepala korban dengan palu besi hingga korban terjatuh. Kemudian tersangka membekap mulut korban.

Setelah itu Fita menutupi jasad Merdi dengan tikar dan gulungan kabel listrik. Kemudian kedua tersangka mengambil harta benda milik korban, seperti sepeda motor Yamaha Jupiter Z dan juga ponsel. “Kedua tersangka melarikan diri membawa barang-barang berharga milik korban, mereka pergi dan bersembunyi di kampung halamannya di daerah Way kanan,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Agus dan Fita, dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 340 KUHPidana sub pasal 338 KUHPidana sub pasal 338 KUHPidana Tentang Pembunuhan Berencana dan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dengan anacaman hukuman pidana 20 tahun penjara. (pk/jpg)