Menu

Air Sungai Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati

Perdana Ramadhan/METRO ASAHAN
Salah seorang warga saat menunjukkan ikan yang mati disungai yang tercemar.

MetroAsahan.com, ASAHAN – Sejak tiga hari terakhir air sungai Kasim Desa Gajah, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan tercemar dan berobah warna menjadi agak kehitam-hitaman. Akibatnya ribuan ikan yang ada di sungai tersebut mati. Kondisi itu membuat warga tidak berani memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari hari.

Menurut pengakuan Carter Panjaitan warga setempat yang juga merupakan ketua Kelompok Tani Pengula Na Gabe kepada wartawan Rabu (9/8) di lokasi tercemarnya air sungai mengatakan, mereka menduga tercemarnya air sungai akibat dari limbah pabrik kelapa sawit yang ada di Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara.

“Kemarin sudah ada pertemuan di balai desa dengan pihak perusahaan, pihak perusahaan mengakui bahwa penyebab tersebut bocornya saluran limbah debu sehingga jatuh ke sungai,” ujarnya.

Aliran sunga Kasim yang tercemar ini setidaknya melintasi tiga desa, dua desa berada di Kabupaten Batubara yakni desa Suka Jadi, Desa Kuala Kasim, dan satu desa  berada di wilayah Kabupaten Asahan yakni Desa Gajah.

Carter mengatakan, sayangnya perusahaan tidak melibatkan pihak kelompok tani agar dalam bermusyawarah kepada masyarakat sehingga mereka tak mendapatkan kepastian dari solusi akibat air sungai yang tercemar .

Menurut pengakuan warga, selain air sungai ini tak bisa dimanfaatkan warga sekitar aktivitas seperti mandi, mencuci baju, mencuci piring, dan pengairan irigasi padi di sawah, kondisi air yang menghitam juga mengakibatkan bau bangkai.
“Air sungai ini juga memang dimanfaatkan untuk mengairi sawah masyarakat, bisa jadi berpotensi kegagalan tanam pada petani karena diprediksi panen terjadi di bulan Oktober nanti,” ujarnya.

Untuk itu, ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Lingkungan Hidup agar segera mengambil tindakan untuk mengatasi adanya limbah pabrik yang telah mencemari sungai Kasim itu.

“Kita hanya bisa berharap agar Pemkab Asahan segera menanganinya. Sebab, apabila ini tidak dilakukan penindak lanjutan, aktivitas kami khususnya yang mengandalkan air sungai ini akan berhenti,” ucapnya

Ditempat terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bambang HS saat dikonfirmasi wartawan mengenai hal tersebut mengatakan pencemaran air sungai bukan menjadi kewenangan Pemkab Asahan karena lokasi sungai yang berbatasan antar dua kabupaten. Apalagi asal limbah berasal dari Kabupaten Batubara.

“Sesuai dengan undang-undang Nomor 32 tahun 29 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bahwa itu sudah berkewenangan Dinas Provinisi karena berkaitan dua daerah antara Asahan dan  Batubara. Tetapi  tetapi bagaimanapun juga hal itu tetap akan kami tindak lanjuti agar Dinas Provinsi turun kelapangan,” kata Bambang didampingi Kabid Lingkungan Poniran.

Terpisah pihak PKS di Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara mengaku hal itu terjadi akibat adanya kebocoran pada bak penampung limbah milik mereka. (Per/syaf/ma)