Menu

5 Desa di Asahan Terendam Air 1,5 Meter

Tampak pesronil BPBD Asahan M Zai Saragih saat mengayuh perahu karet melintasi anak-anak bermain banjir

MetroAsahan.com, KISARAN – Diperkiraan sekitar seribuan rumah warga yang ada di tiga kecamakatan di Kabupaten Asahan terendam banjir. Daerah terparah terjadi di Desa Perkambungan Sei Dadap III dan IV, Kecamatan Sei Dadap

“Desa Piasa Ulu, Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Desa Sei Silo Tua Kecamatan Setia janji, Desa Prapat Janji Kecamatan Buntu Pane, dan terparah di sini bang. Curah hujan memang tinggi tiga hari ini,” ucap M Zai Saragih, petugas BPBD Kabupaten Asahan saat ditanyai wartawan di Posko Banjir, di Desa Perkampungan Sei Dadap III/IV, Senin (11/9) sekira pukul 15.20 WIB.

Lanjut Saragih, desa perkampungan Sei Dadap III/IV tergolong parah karena di lokasi ini genangan air susah surut. Selain jalur aliran air kecil, letak geografis daratan di lokasi berbentuk cekungan.

“Di sini letaknya lebih rendah dari daerah disekitarnya bang. Kalau hujan dua hari berturut-turut bisa dipastikan di sini banjir. Kita siagakan perahu karet dan membentuk posko. Kedalaman banjir mencapai 1,5 meter,” ucapnya lagi.

Darmin, Kepala Dusun III/IV Desa Perkampungan Sei Dadap III/IV ditemui mengungkapkan, penyebab banjir ditenggarai disebabkan oleh belum dilakukannya normalisasi sungai manis.

“Dinding sungai tak mampu lagi menampung debit air. Sementara sungai manis belum pernah di normalisasi. Jadi air itu tidak mengalir dengan baik. Sudah pernah kami sampaikan ke musrenbang, tapi hingga kini belum terealisasi,” harap Darmin di lokasi.

Senada, Supian (40) warga desa yang menjadi korban banjir mengungkapkan, akibat banjr ini, segala aktivitas keluarga terganggu, di karenakan jalan satu-satunya yang selama ini mereka lalui tergenang air.

“Udah langganan bang. Daerah kami ini posisinya cekungan. Jadi tempat pembuangan air dari desa-desa lain ke sini. Saya sampai tidak kerja hari ini, anak-anak juga tidak sekolah. Abang liat sendiri dalam kali banjirnya. Kalo hujan malam ini, dipastikan masuk ke rumah air. Dulu kalau banjir kami masih ada jalur alternatif yang bisa dilalui sepedamotor. Tapi sejak kebun PTPN 3 membuat benteng, pas di belakang rumah kami ini, nggak ada jalan alternatif lagi,” aku ayah 3 anak ini di teras rumahnya.

“Bulan ini sudah tiga kali banjir. Terparah bulan Mei lalu. Selain posko dan dapur umum, kita juga menyiapkan obat-obatan, seperti obat gatal bagi warga yang membutuhkan. Sedikitnya ada 60 rumah yang tergenang banjir. Pak camat juga sudah turun bang,” ujar Siti Zubaidah, Kades Perkampungan Sei Dadap III/IV pada awak koran ini. (ind/syaf/ma)