Menu

Pulo Bandring Sentra Penghasil Batu Bata di Asahan

Pengerajin batu bata sedang menyusun batu yang sudah dicetak.

MetroAsahan.com, KISARAN – Desa PuloBandring, Kecamtan Pulo Bandring, Asahan merupakan salah satu daerah penghasil batu bata di Asahan. Batu bata yang dihasilkan warga di Pulo Bandring dijual ke daerah Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan, Labuhanbatu, dan daerah lainnya.

Paiman (40), dan Ponija (41) u pasutri yang tinggal di desa tersebut bekerja sebagai pembuat batu bata, Minggu (15/10) mengatakan, pekerjaan sebagai pembuat batubara sudah mereka tekuni sejak puluhan tahun.

“Daerah sini, khususnya daerah Pulo Bandring dan sekitarnya merupakan salah satu daerah penghasil batu bata,” katanya.

Paiman menambahkan, dalam satu hari dia dan istrinya dapat membuat batu bata mentah sebanyak 3.000 batu. Menurutnya proses pembutan batu bata sangatlah rumit dan membutuhkan proses yang lama sekitar dua bulan. Dalam satu kali pembakaran batu bisa 30 ribu batu bata.

“Pekarjaan ini ya sudah lama sekali saya kerjakan, sudah sekitar 22 tahun sejak saya menikah,” katanya.

Anto (36) warga yang sama mengaku, batu bata yang dihasilkan warga di Pulo Bandring dijual ke daerah Kota Pinang, Ajamu, dan daerah lainnya.

“Selama ini saya menampung batu buatan warga. Batu bata dari daerah ini kualitasnya terjamin. Memang di daerah ini merupakan penghasil batu bata yang terbesar di Asahan,” katanya.