Menu

Sei Piasa Meluap, 523 Rumah Terendam Banjir

Kondisi banjir kiriman yang merendam perumahan warga di Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja.

MetroAsahan.com, ASAHAN – Sedikitnya ada 523 kepala keluarga (KK) di tiga desa yang terkena dampak banjir kiriman akibat luapan air sungai Sei Piasa, Jumat (27/10). Pantauan wartawan, Senin (30/10) pukul 16:00 WIB ketinggian banjir mencapai mata kaki sampai pinggang orang dewasa.

Camat Kecamatan Tinggi Raja Yasser saat ditemui wartawan di lokasi banjir mengatakan, kendati potensi air banjir bisa saja mengalami peningkatan debit air namun masyarakat sekitar mayoritas enggan untuk diungsikan. Namun pihaknya sudah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan dan menyiapkan posko pengunngsian dan dapur umum.

“Masyarakat enggan mengungsi karena banjir kiriman ini sewaktu waktu bisa surut dan sudah sering terjadi. Akan tetapi pemerintah kecamatan bersama desa setempat sudah melakukan siaga apabila dampak banjir kiriman ini semakin meluas,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, saat ini telah mendata sedikitnya 523 kepala keluarga atau lebih dari 1600 jiwa yang rumahnya terkena dampak banjir dan sejak hari pertama banjir telah mendistribusikan bahan bantuan logistic untuk masyarakat berkerjasama dengan relawan dan petugas BPBD.

Secara geografis, diterangkan Yassir empat desa yang terkena dampak banjir ini di antaranya Desa Tinggi Raja, Desa Piasa Ulu, Desa Sidomulyo dan Desa Teladan berada di daerah cekungan diantara dataran tinggi perkebunan jika dibandingkan beberapa desa lainnya yang ada di Kecamatan Tinggi Raja, sehingga menjadi langganan banjir.

“Namun, upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan sudah dilaksanakan dan bertahap diantaranya pengerjaan normalisasi atau pengerukan air sungai Sei Kampah pada tahun lalu, dan tahun ini dilakukan penimbunan badan jalan di Dusun I, Desa Piasa Ulu juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat sekitar dapat bersabar dengan keadaan saat ini, sebab bersama Pemkab Asahan pihaknya sudah mengusulkan beberapa program pembangunan untuk mengatasi persoalan banjiir yang kerap terjadi setiap tahun.

Kepala Desa Piasa Ulu Imam Agustinus mengatakan banjir kiriman air sungai Sei Piasa ini sudah sering terjadi dan menjadi langganan warga desanya.

“Sejak bulan September sampai bulan Oktober tahun ini saja sudah terjadi delapan kali,” ujarnya.

Diperkirakan banjir kiriman ini masih terus terjadi mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi didaerah tersebut. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah  BPBD Asahan bersama relawan desa sudah mendirikan posko bantuan baik logistic maupun obat obatan guna mengantisipasi dampak banjir kiriman yang lebih parah. (Per/syaf/ma)