Menu

PPP Asahan Tolak Dukung Djarot-Sihar

Perdana Ramadhan
Pengurus DPC PPP saat menyatakan sikapnya yang menolak memberikan dukungan terhadap Djarot – Sihar, Kamis (11/1).

MetroAsahan.com, KISARAN – Pengurus DPC PPP Asahan menyatakan sikap menolak keputusan pimpinan pusat yang menyatakan dukungannya terhadap calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC PPP Asahan Zaharuddin Ginting kepada wartawan, usai menggelar rapat internal bersama pengurus di kantor mereka di Jalan Akasia Kelurahan Mekar Baru Kecamatan Kisaran Barat, Kamis (11/1).

Dalam rapat internal yang berlangsung sekitar lebih dari satu jam tersebut, kader partai berlambang ka’bah ini dipersilahkan menyampaikan pendapat serta masukannya terhadap keputusan pimpinan pusat yang secara resmi telah mengusung Djarot – Sihar untuk maju bertarung di Pilkada Sumut bersama partai PDI Perjuangan.

Sementara itu, rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPC PPP Asahan Zaharuddin Ginting didampingi Sekretaris Dtm Zaid Afif. Terlihat juga beberapa anggota DPRD Asahan dari PPP di antaranya Nanang Syahrial dan Nurlela Panjaitan. Serta turut dihadiri 21 pimpinan anak cabang (PAC) dari 25 PAC termasuk pengurus harian, majelis pakar, syariah dan pertimbangan.

“Kami atas nama pengurus cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Asahan dengan ini menyatakan menolak keputusan dewan pimpinan pusat yang mencalonkan calon Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2018 – 2023,” ujarnya di hadapan para wartawan.

Lanjut Zaharuddin, pernyataan tersebut disampaikannya sebagai keputusan bersama dewan pimpinan cabang, dewan pimpinan anak cabang, majelis pakar, majelis pertimbangan majelis syariat dan sayap sayap partai.

Menurut Zaharudin, DPC PPP Asahan tunduk dan patuh terhadap keputusan wilayah. Mengenai keputusan yang diambil mereka kemudian akan meminta petunjuk dan fatwa pimpinan wilayah.

“Kami tetap akan meminta petunjuk pimpinan wilayah yang setingkat di atas kita,” kata Zaharuddin.

Namun PPP Asahan menyatakan tidak akan golput dalam menentukan pandangan politiknya, karena masih menunggu petunjuk pimpinan wilayah Sumut.

Ditanya apakah keputusan ini terkait soal keyakinan, Zaharudin membantahnya. Sebab PPP ketika itu mengusulkan wakil dari kader partai yakni Fadly Nurzal atau ketua DPW, akan tetapi tidak ada titik temu.

“Maka itulah yang menjadi kekecewaan kita hari ini,” ujarnya.

Terpisah, Julianto Putra yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris di DPC PPP Asahan menyatakan pengunduran dirinya dari partai yang selama ini menjadi rumahnya itu. Julianto menyatakan pengunduran dirinya itu sebagai bentuk kekecewaan.

Saat dikonfirmasi, Julianto Putra mengatakan bahwa dirinya memang benar-benar ingin mengundurkan diri dari PPP, meski pengunduran diri tersebut baru disampaikannya ke DPC PPP dan masih sebatas postingan di sosial media.

“Saya secara resmi mengundurkan diri dari PPP, karena saya menilai keputusan DPP PPP memberikan dukungan terhadap Djarot – Sihar tidak tepat,” ujar Julianto ketika dikonfirmasi melalui pesan selulernya. (Per)