Menu

1.941 Rumah Sukses Direhab

Ilustrasi

MetroAsahan.com, KISARAN – Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RRTLH) tahun 2017 di Asahan sepertinya berjalan lancar. Dari 2.000 rumah, Pemkab Asahan sukses merehab 1.941 unit selama tahun 2017.

Kepala Dinas Sosial Supriyanto menilai, capaian perehaban tersebut sudah maksimal dilakukan oleh Pokmas yang bekerja dengan sangat optimal. Ia pun mengharapkan, tahun ini program tersebut bisa kembali digulirkan, sehingga dapat mengejawantahkan cita-cita Pemkab Asahan dalam menuntaskan kemiskianan.

“Harapan kita, 2.000 unit rumah bisa direhab dengan baik. Namun yang terlaksana hanya sebanyak 1.941 unit rumah. 59 unit rumah lagi tidak bisa kita lakukan rehab. Saya menilai pihak Pokmas sudah bekerja secara maksimal,” kata Suprianto, Rabu (10/1).

Program RRTLH tersebut bersumber dari dana APBD Asahan sebesar Rp13 miliar, dengan rincian setiap satu unit rumahnya mendapatkan bantuan dana perehaban sebesar Rp6,5 juta.

Jika dari total 2 ribu rumah yang tersebar di tiga belas kecamatan berhasil direhab. Artinya penyerapan dari program tersebut dapat dinominalkan menjadi Rp12.616.500.

Lebih lanjut, Supriyanto adapun yang menjadi kendala dihadapi di lapangan karena sebagian rumah yang akan di rehab belum bisa menunjukkan administrasi surat kepemilikan tanah dan rumah.

“Sebab untuk melakukan rehab rumah, surat kepemilikan tanah adalah salah satu syarat utama. Tanpa itu tidak bisa kita lakukan rehab rumah,” ujar Supriyanto.

Pada tahun 2017, sebanyak 2 ribu rumah yang dilakukan perehaban di tiga belas kecamatan antara lain, Kecamatan Teluk dalam 50 unit, Setia janji 147 unit, Aek Songsongan 70 unit, Aek Kuasan 70 unit, Rahuning 100 unit, Pulau Rakyat 85 unit, Sei Dadap 268 unit, Simpang Empat 184 unit, Air Joman 137 unit, Tanjung Balai 146 unit, Sei Kepayang Timur 185 unit, Sei Kepayang Barat 165 unit dan Sei Kepayang 393 unit.

Sementara itu, sebanyak lima puluh sembilan unit yang tidak dapat terealisasi terdapat di Sei Dadap 18 unit, Simpang Empat 6 unit, Sei Kepayang Barat 5 unit dan Sei Kepayang Timur 30 unit. (per)