Menu

Ayah Temukan Anak Tergantung di Dalam Kamar

Keluarga melihat jenazah korban yang tewas gantung diri dalam kamar.

MetroAsahan.com, Batubara – Entah apa yang ada dipikiran Mhd Alhanafi (20) warga Batubara ini. Ia nekad menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar tidur rumahnya.

Informasi diperoleh, Alhanafi merupakan warga Gang Plamboyan, Jalan Akasia, Lingkungan V, Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Batubara Selasa (16/5) ditemukan tewas tergantung.

Mayat korban pertama kali ditemukan Ali Usman (47) yang merupakan orangtua korban sekira pukul 11.30.
Ali Usman melihat anaknya tidak bernyawa lagi dalam posisi tergantung di kamar tidur. “Tolong- tolong anak ku sudah tidak ada lagi,” teriak ayah korban ketika itu.

Mendengar terikan itu warga pun bedatangan melihat kejadian dan warga lainnya memberi laporan pada polisi. Salah seorang warga bernama Ami (33) mengatakan rumah korban dalam dua hari ini sempat tutup.

“Memang korban ini ada kurang -kurangnya sedikit, kalau uda ngamuk orang tuanya pun sampai ketakutan,” sebutnya.
Kapolsek Medang Deras AKP Usman melalui Kanit Reskrim Aiptu Krisman Siagian dikomfirmasi di ruangannya membenarkan adanya seorang remaja bunuh diri.

“Awalnya kita medapat kabar kalau ada pemuda gantung diri. Kemudian kita turun kelapangan mengecek dan ternyata benar,” kata Siagian.

Dijelaskan, kematian tersebut tidak ada bentuk kekerasan pisik dan murni bunuh diri melihat dari tanda kematian, posisinya dalam kamar. Dengan cara korban memgikat leher dengan tali nilon warna biru diatas broti berukuran 4×6 atas kamar tidurnya.

Korban tergantung dalam keadaan lidah menjulur,  mengeluarkan air kencing, sperma dan  mengeluarkan kotoran.
Setelah dilakukan pemeriksan tim medis tidak ada tanda tanda kekerasan.

Sementara menurut keterangan orang tua korban, kata Siagian bahwa korban mengalami sakit gangguan jiwa.” Sudah sekitar 3 tahun korban sering mengurung diri dalam kamar. Kemudian sering mengamuk dan merusak dinding rumah serta peralatan rumahnya,” jelas Siagian.

Sekitar 2 hari sebelum di temukan korban mengurung diri di rumah dan mengunci semua pintu rumah tersebut.
“Karena orang tua korban bermohon tidak dilakukan autopsi maka tidak di bawah ke rumah sakit. Sebab keadaan Korban tidak menunjuk kan  ada tanda kekerasan dalam tubuhnya,” ucapnya. (syaf/ma)

loading...