Menu

Keberatan Soal Limbah, Lapor ke BLH Batubara

Siswanto/Metro Asahan
Aliran sungai yang berubah warna diduga karena limbah PKS.

MetroAsahan.com, BATUBARA – Hingga, Kamis (10/8) Sungai Kasim di Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan warnanya kehitam-hitaman. Diduga hal itu akibat pembungan limbah yang membuat ribuan ikan mati. Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Batubara meminta kepada warga untuk membuat surat keberatan ke kantor mereka, agar pihak BLH bisa melakukan pengecekan ke perusahaan yang membuang limbah.

Itu dikatakan pihak BLH Batubara melalui Kabid Limbah Sri Kayani. Dimana Sri meminta agar masyarakat yang merasa keberatan dengan adanya dugaan limbah yang sengaja dibuang ke sungai agar membuat surat ke BLH agar dapat segera ditindak lanjuti.

“Masyarakat yang merasa keberatan itu buat surat ke kantor kami, itu di wilayah mana dan tanah siapa yang kenak limbahnya, biar kami kroscek lagi ke perusahaan itu,” ujarnya.

Menurutnya selama ini pihaknya sudah pernah turun kelapangan untuk mengecek masalah tersebut. “Kami sudah turun kelapangan dan nggak ada pencemaran kemana-mana.

Mereka (Pihak Perusahaan PKS) sudah buat surat pernyataan kok, bahwasannya mereka masih dalam tahap pembuatan kolam limbah. Itu sudah lama masalahnya. Dan itukan mereka masih dalam pembuatan kolam limbah mereka, yang mau dimanfaatkan lagi limbahnya. Dan dugaan pembuangan limbah ke sungai itu nggak ada,” jelasnya.

“Mereka (pihak PKS) sudah ada laboratoriumnya sendiri. Karena bakumutu mereka nggak tinggi istilahnya, karena mereka pengolahan sawit dan bisa dimanfaatkan lagi untuk pupuk,” katanya. Dia juga mengatakan bahwa pelaporan mengenai limbah dilakukan tiga bulan sekali.

“Sejauh ini mereka masih dalam tahap pembuatan kolam limbah. Dulu kan nggak beroperasi dan baru-baru ini baru beroperasi dan selama ini mereka membuang limbahnya ke tanah mereka sendiri karena mau dimanfaatkan kembali oleh mereka,” ungkapnya mengakhiri.

Terpisah Ketua Kelompok Tani Pangula Na Gabe Carter Panjaitan mengatakan, limbah yang mengalir ke sungai tersebut berdasarkan pengakuan pihak perusahaan merupakan rembesan dari aktifitas perusahaan PKS.

“Nama PKS-nya PT Arya Rama Persada. Perusahaan itu sudah lama ada sejak tahun 2012 lalu, namun baru beroperasi sejak tahun 2017 ini. Akibat limbah itu, sungai menjadi tercemar. Aliran sungai Kasim yang tercemar itu melintasi tiga desa, dua desa berada di Kabupaten Batubara yakni Desa Suka Jadi dan Desa Kuala Kasim dan satu desa Di Kabupaten Asahan yakni Desa Gajah,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, terkait masalah limbah tersebut selama ini sudah pernah dilakukan pertemuan antara pihak perusahaan dengan pihak Desa, Kecamatan Meranti, pihak Pertanian serta beberapa pihak lainnya untuk membahas permasalahan tersebut.

“Namun sampai saat ini belum ada hasilnya. Kami cuma berharap sungai itu dapat kembali bersih agar dapat dimanfaatkan untuk masyarakat untuk mandi, aliran pertanian dan lainnya. Kami juga berharap pertanian warga yang diduga rusak akibat limbah itu juga diganti rugi,” harapnya. (Wan/syaf/ma)

loading...