Menu

Tata Pasar Inpres Tanjung Tiram!

Penataan pasar yang kurang rapi

MetroAsahan.com, BATUBARA – Warga di Tanjung Tiram berharap Pemkab Batubara menata Pasar Inpres. Pasalnya akibat tidak adanya penataan, para pedagang di Pasar Inpres menjajakan barang daganganya di badan jalan. Kondisi itu membuat jalan jadi macet.

Ramlan R (50) warga Desa Titi Merah, Kecamatan Limapuluh, pedagang sayuran di pasar itu, Minggu (8/10) menjelaskan, menurutnya pasar tersebut perlu adanya penertiban dan penataan. Tujuannya agar pasar tersebut dapat menjadi sentra perdagangan yang tertib dan bersih, dan dapat menjadikan kenyamanan bagi para pedagang serta pembeli di pasar itu.

“Pasar ini perlu adanya penertiban dan penataan agar pasar ini dapat menjadi sentra perdagangan yang bersih dan indah yang tertata rapi,” katanya.

Senada dikatakan Junaidi Tanjung (55) warga Jalan Beringin, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram. Menurutnya pasar yang sudah lama berdiri itu kini sudah melebihi kapsitas. Sehingga banyak pedagang yang berjualan di pasar itu tidak mendapatkan tempat. Kondisi itu membuat pasar tersebut terlihat kumuh.

“Pasar ini sudah banyak pedagang yang berjualan dari kecamatan ini dan warga dari luar lainnya, sehingga membuat keadaan pasar ini terlihat berserakan. Karenanya perlu adanya penataan,” katanya.

Sementara Ahmad Dol, Humas Persatuan Pedagang Pasar Inpres (P3I) didampingi oleh Bahrom menjelaskan, keadaan pasar Inpres Tanjung Tiram itu menurutnya perlu adanya penataan serta pembangunan.

“Pasar ini sudah over kapsitas. Karena jumlah pedagang yang berjualan di pasar ini sudah terlalu banyak. Ini membuat pasar ini terlihat padat dan kumuh. Jadi penataan sangat perlu dilakukan, supaya pasar ini terlihat bersih, indah, serta aman,” katanya.

Sementara Kasi Pendapatan Kecamatan Tanjung Tiram Salbiah menjelaskan, untuk menertibkan para pedagang pasar inpres yang sudah over tonase menurutnya pihak kecamatan sudah berusah memindahkan para pedagang itu ke area lokasi X Lapangan Basket.

“Kami sudah berusaha memindahkan mereka ke lokasi bekas X Lapangan Basket di sekitar sini, namun mereka tidak mau dengan berbagai permasalahan,” katanya.

Sedangkan Camat tanjung Tiram M Nasir Yuhanan mengatakan, untuk mengantisipasi Pasar Inpres Tanjung Tiram pihak pemerintahan sudah membangun pasar di daerah Desa Bagan Dalam.

“Pemerintah tidak mempunyai tanah yang luas untuk memperlebar pasar itu, aka dari pada itu untuk mengantisipasinya, pemerintah melaui Dinas Koperindag membangun pasar di daerah Desa Bagan Dalam,” katanya. (syaf)