Menu

Rumah Diobrak-abrik Anak Istri Ketakutan, Polisi Diduga Terima Informasi Tak Valid

Ilustrasi

PASANGAN suami istri Juliandi (32) dan Eva tak berkutik saat sejumlah polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. Seluruh rumah diobrak-abrik dan berserakan, sejurus kemudian petugas pergi tanpa barang bukti. Pemilik rumah hanya bisa menangis ketakutan.

Warga Dusun Kulon Pando, Desa Pulau Sejuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara ini, pada Kamis (16/11) sekira pukul 16.00 WIB kedatangan ‘tamu’ puluhan personil Polres Batubara.

“Rumah ini bagaikan rumah teroris bang, diacak-acak. Tilam, isi lemari, hampir semua sudut dan setiap barang diperiksa. Enak saja sudah diacak acak ditinggalkan begitu saja”, keluh Andi.

Dijelaskan Abdi, penggerebekan yang sempat disaksikan tetangganya itu tidak didampingi oleh pemerintah setempat. Polisi langsung masuk ke rumahnya, sebagian dari pintu depan dan sebagian dari pintu belakang yang saat itu memang terbuka.

“Mereka mencari narkoba, semua diacak-acak. Tak dapat yang dicari, mereka keluar tanpa bicara apa-apa,” kata Andi.

Menurut Andi, dirinya dan istrinya sangat ketakutan dan malu dengan penggerebekan tersebut. Padahal, dirinya dan istri tidak mengetahui soal narkoba dimaksud.

“Saat mereka mengacak-acak rumah, kami disuruh duduk di ruang tamu. Anak dan istri saya menangis ketakutan,” kata Andi.

Sementara Eva menambahkan, dirinya sempat bertanya kenapa rumahnya digerebek. Saat itu polisi hanya menunjukkan map warna merah jambu, yang katanya surat perintah penggerebekan. Namun surat itu tidak ditunjukkan langsung atau dibacakan.

Terpisah, Kepala Desa Pulau Sejuk Dahrul mengaku tidak ada yang mengetahui perihal penggerebekan tersebut.

“Saya tidak tahu,” ujar Kepala Desa Pulau Sejuk Dahrul.

Hal senada juga diungkapkan Nasib, Kepala Dusun Kulon Pando.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Batubara AKP Herry Tambunan SE, membenarkan perihal penggeledahan yang dilakukan pihaknya di rumah warga tersebut.

“Itu terkait narkoba, itu merupakan operasi masif, dan tidak ada ditemukan barang bukti. (mag06/syaf)