Menu

Korupsi Seragam Sekolah Diyakini Libatkan Banyak Pihak

Ilustrasi

MetroAsahan.com, LABUSEL – Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan (Kejari Labusel) dalam waktu dekat bakal menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam SD senilai Rp 2,7 miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Labusel TA 2016.

“Bisa jadi sebulan ini, karena kita tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang diakibatkan,” jelas Kepala Kejari Labusel Joko Wibisono SH MH melalui Kasi Pidsus Bondan Subrata SH yang dikonfirmasi METRO, Kamis (24/8).

Menurut Bondan, penghitungan kerugian dimaksud masih dilakukan oleh pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut. “Pihak Inspektorat juga kita libatkan untuk turut melakukan penghitungan,” sebutnya.

Bondan menjelaskan, kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam yang diduga fiktif itu sudah masuk tahap penyidikan. Pihaknya pun, kata Bondan, sudah rampung memanggil dan memeriksa banyak pihak yang masih berstatus saksi.

Diantaranya, beberapa pejabat serta staf di Disdik Labusel, panitia pengadaan, sejumlah kepala sekolah, para guru, KUPT dan pihak perusahaan pelaksana pengadaan. Bahkan disebut-sebut, pihak Kejari Labusel juga sudah memeriksa seorang oknum Anggota DPRD Labusel dari fraksi PAN, yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini.

“Sudah banyak lah kita periksa, semuanya masih saksi,” kata Bondan.

Namun, dari sekian banyak saksi tersebut, Bondan yang ditanya belum mau membeberkan siapa diantaranya yang bakal jadi tersangka. “Kita tunggu saja setelah hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang masih dalam proses,” tandasnya. (nik/ma)