Menu

Dugaan Korupsi Seragam Sekolah, “LSM: Semoga Tidak “kroco” Saja jadi Tersangka”

Ilustrasi

MetroAsahan.com, KOTAPINANG – Sejumlah kalangan masyarakat menunggu penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam SD senilai Rp 2,7 miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Labusel TA 2016.

Ketua LSM Forum Bela Rakyat Indonesia, Paharuddin, Minggu (17/9) menegaskan kepada pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan (Kejari Labusel) agar serius menangani kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kasus dugaan korupsi seragam sekolah ini sudah dalam penyidikan, maka kita masyarakat tentu menunggu penetapan tersangkanya,” ujarnya.

Paharuddin berharap penetapan tersangka dalam kasus ini nantinya harus benar-benar mengakar, menjerat siapa saja yang terlibat.

“Jangan nanti hanya kroco saja yang jadi tersangka. Kita mohon sama Kajari Labusel agar semua yang terlibat harus jadi tersangka. Siapa pun dia, baik itu pejabat pengguna anggaran maupun oknum anggota DPRD yang disebut-sebut terlibat, juga harus jadi tersangka,” tegasnya.

Sementara Kepala Kejari Labusel Joko Wibisono SH MH melalui Kasi Pidsus Bondan Subrata SH yang dikonfirmasi METRO, Minggu (17/9), mengatakan kalau penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi seragam SD tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Belum bisa kita tentukan kapan, namun kemungkinan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Kata Bondan, pihaknya saat ini masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait penghitungan kerugian keuangan negara yang tengah dilakukan tim auditor.

Tim auditor dimaksud, kata Bondan, adalah sejumlah pihak seperti BPKP, Inspektorat dan sejumlah pihak lain yang dihunjuk Kejaksaan untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam kasus dugaan korupsi itu.

“Tim auditor tersebut juga sudah melakukan klarifikasi dengan para saksi-saksi. Maka kita hanya tinggal menunggu LHP nya saja,” ucapnya.

Menurut Bondan, setelah mendapatkan LHP dimaksud, barulah pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus itu. “Jadi tidak lama lagi lah penetapan tersangkanya,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kejari Labusel tengah menangani kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam SD senilai Rp 2,7 miliar di Dinas Pendidikan (Disdik) Labusel TA 2016. Kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian seragam yang diduga fiktif itu sudah masuk tahap penyidikan.

Dalam kasus ini, pihak Kejari Labusel sudah rampung memanggil dan memeriksa banyak pihak yang masih berstatus saksi. Diantaranya, beberapa pejabat serta staf di Disdik Labusel, panitia pengadaan, sejumlah kepala sekolah, para guru, KUPT dan pihak perusahaan pelaksana pengadaan.

Bahkan disebut-sebut, pihak Kejari Labusel juga sudah memeriksa seorang oknum Anggota DPRD Labusel dari fraksi PAN, yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini. (nik/rah)