Menu

Cegah Bentrokan Warga dan Pihak PT SBI, Muspika Torgamba Turun ke Sei Meranti

Unsur Muspika Bersama Warga Berada di Lahan Sawit Warga.

MetroAsahan.com, LABUSEL – Konflik antara masyarakat Dusun Jadi Mulya, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan pihak PT Sinar Belantara Indah (SBI) kembali terjadi. Hal itu akibat pihak PT SBI melakukan pembekoan dan pencabutan tanaman kelapa sawit milik warga, Jumat (27/10) lalu.

Untuk mencegah konflik meluas hingga ke bentrokan fisik, Senin (30/10) Unsur Muspika Kecamatan Torgamba terpaksa turun tangan kelokasi demi meredam konflik terulang seperti yang terjadi di tahun 2009 lalu.

Pantauan wartawan, rombongan Muspika yang turun ke lokasi yakni Camat Torgamba Azzaman Prapat, Danramil 11 KP Mayor CZI Baginda Siregar, Kanit Bimmas Polsek Torgamba Ipda A Harahap, Kanit Intel Ipda N Simbolon dan Kanit Sabhara Ipda M Siregar, Kades Sei Meranti Ruben Sihombing.

Dalam kunjungan ke lokasi itu, pihak Muspika menemui sekitar 80 warga yang lahan sawitnya dirusak oleh pihak perusahaan, dari hal itu Muspika meminta agar warga tidak bertindak di luar hukum,

“Kepada warga agar jangan melakukan hal yang melanggar hukum,” pinta Azzaman Prapat memberi arahan. Lanjut Azzaman, beliau menyarankan agar sebagai kebutuhan legalitas tanah masyarakat dapat diurus melalui Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian Kehutanan.

Selain menjalin komunikasi kepada warga, para Muspika juga mendatangi pihak perusahaan untuk menyampaikan hal serupa. Di hadapan Meneger PT SBI Ir Rimson Sitepu, Camat Torgamba meminta agar perusàhaan tidak melakukan aktifitas di dalam areal yang telah dirusak tanaman sawitnya oleh perusahaan.

Dalam pertemuan itu Manajer berjanji akan berkoordinasi dengan pimpinannya yang lebih tinggi. Untuk diketahui, konflik antara masyarakat dengan PT SBI menyangkut persoalan tapal batas antara provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Riau. (zas/syaf)