Menu

Sudah Dua Minggu Banjir, Aktivitas Bertani dan Sekolah Terkendala

Syawal Tanjung/MetroAsahan
Kondisi banjir di Dusun Sidorukun Desa Pangkalan Lunang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura.

MetroAsahan.com, LABURA – Hingga memasuki pekan kedua, banjir masih merendam puluhan rumah warga dan membuat lumpuh aktivitas di Dusun Sidorukun, Desa Pangkalan Lunang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labura.

“Sudah 2 minggu banjir. Air menggenang hingga ke rumah warga setinggi lutut orang dewasa. Sedangkan di jalan air setinggi betis karena badan jalannya tinggi,”  kata Kepala Dusun Sidorukun Sugiman, Minggu (10/9).

Dikatakan Sugiman, banjir ini dalam setahun banjirnya seperti ini di alami sekali dalam setahun dan  terjadi sejak 7 tahun belakangan. Namun selama 7 tahun, baru 3 kali terjadi banjir separah saat ini.

“Sampai 2 pekan lamanya. Akibat banjir itu  masyarakat di kawasan itu tidak dapat bercocok tanam padi. Sedangkan anak sekolah tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar,” jelasnya.

Lanjut Sugiman, banjir ini terjadi kemungkinan akibat curah hujan yang tinggi dan tidak terlepeas juga dengan kondisi parit atau saluran drainase yang tidak bisa berfungsi. “Kondisi ini diakibatkan curah hujan yang tinggi ditambah dengan drainase yang tidak berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Rendi, salah seorang warga mengatakan, warga sangat berharap adanya perhatian pemerintah untuk penanggulangan bencana banjir tersebut. “Banjir ini telah membuat aktivitas warga lumpuh total. Sudah dua minggu petani tak ke ladang, anak sekolah tak ke sekolah. Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi sehingga kampung kami ini tidak menjadi langanan banjir,” harapnya. (st/rah/ma)