Menu

Pasang Rob, Kecamatan Kualuh Hulu Terendam

Kondisi banjir di Desa Sonomartani, Kecamatan Kualuh Hulu, Labura.

MetroAsahan.com, LABURA – Ratusan rumah di Kecamatan Kualuh Hulu terendam banjir selama 4 hari. Selain intensitas hujan yang cukup tinggi, Sungai Aek Kanopan yang meluap berdampak ke Desa Suka Rame Baru dan Desa Sonomartani di Kecamatan Kualuh Hulu.

“Sudah 4 hari Desa Sonomartani terendam banjir. Sejak Kamis (5/10)  lalu. Yang parah di Dusun I dan II, bahkan aktivitas warga terganggu karena jalannya terendam banjir jadi tidak bisa dilalui. Selain desa ini juga desa sebelah yakni Desa Suka Ramai Baru. SD di sana juga terendam banjir. Ketinggian air sempat  mencapai sepinggang orang dewasa,” kata Kepala Desa Sonomartani Prabowo SP, Minggu (8/10).

Sementara itu, banjir juga terjadi di pesisir Labura, yakni Kecamatan  Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong yang disebabkan oleh Pasang Rob. Di Desa Sonomartani saja ada sekitar 70 rumah terkena banjir dan warga sudah menawarkan perahu karet dan tenda.

“Hanya saja karena mereka bekerja sebagai nelayan, mereka tidak menggunakan perahu karet. Mereka juga tidak menggunakan tenda karena tidak ingin meninggalkan rumah,” kata Herdianto, Komandan Pleton Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Danton TRC BPBD) Labura kepada wartawan.

Di tempat terpisah, banjir juga terjadi di Kecamatan Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong yang disebabkan oleh pasang rob.

“Kami menyebut banjir dari laut dengan sebutan pasang koling. Pasang koling yang lumayan besar terjadi mulai subuh kemarin. Ketinggian air sekitar selutut,” sebut Zailani, warga Kualuh Leidong. (st/rah/ma)