Menu

Diduga Lakukan Pungli, Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu Disidang

Diduga Lakukan Pungli, Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu Disidang

MetroAsahan.com, LABUHANBATU – Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (8/9) menggelar sidang kasus dugaan pungutan liar yang diduga melibatkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Asrarul Hayat Nasution.

Dalam persidangan Asrarul didakwa melakukan pungutan liar senilai Rp139 juta terhadap sejumlah bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan diangkat menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VII PN Medan, JPU Daniel Sihotang mengatatakan, terdakwa ditangkap di kediamannya di Jalan Kancil No 6, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan, oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polres Labuhanbatu bersama Satgas Saber Pungli Pemkab Labuhanbatu, Kamis (9/3).

Dia ditangkap sesaat menerima gratifikasi dari salah seorang bidan PTT. Dalam praktiknya, terdakwa menerima uang secara bertahap dari para bidan PTT dengan jumlah antara Rp6 juta sampai Rp7 juta. Modus operasi terdakwa dengan cara menghubungi para bidan PTT yang sudah lulus ujian dan akan diangkat menjadi CASN.

“Biaya yang diminta terdakwa untuk keperluan pengiriman berkas para bidan PTT ke BKN Kanreg VI Medan dan BKN Pusat melalui BKD Kabupaten Labuhanbatu,” urai JPU Daniel Sihotang.

Lalu uang yang terkumpul disimpan terdakwa di dalam brankas di rumahnya. Di kediamannya terdakwa menyimpan 14 gepok duit pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang totalnya mencapai Rp139.550.000. Selain itu, juga disita lembar catatan bertuliskan daftar nama-nama bidan PTT yang bisa dikondisikan.

Tak hanya itu, juga disita amplop berkop Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu dari Salawati istri Jumianto, empat lembar kartu peserta ujian pengangkatan bidan PTT jadi calon ASN (ujian 19 Juli 2016) atas nama Nurhasanah, Elpidayani Hasibuan, Desi Andriani Siregar dan Nuraini.

“Terdakwa dengan sengaja menerima gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf b UU tahun 2001 atas perubahan UU RI No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” sebut Jaksa.

Usai persidangan, JPU Daniel mengatakan saat ditangkap, terdakwa juga merangkap sebagai Sekretasi Dinas Kesehatan Labuhanbatu. “Para bidan PTT yang memberi uang kepada tersangka dihadirkan sebagai saksi,” pungkasnya. (syaf)

Ada pun nama para bidan PTT yang menjadi korban gratifikasi yakni:
1. Leka Handayani
2. Habibi
3. Ariana
4. Afdinawati Harahap
5. Rifi Hartati
6. Muslimah
7. Ita Handayani.
8. Nurmasita Elma
9. Hiltrianis.
10. Arita Saputri
11. Nelsi Piliang
12. Evi Wulandari.