Menu

Sampah di Pasar Glugur Sempat Menggunung

Sampah yang menumpuk di Pasar Kebanggaan Kabupaten Labuhanbatu.

MetroAsahan.com, RANTAU – Tumpukan sampah yang menggunung di area Pasar Glugur Rantauprapat terkesan dibiarkan. Selain menimbulkan kesan kotor, juga menimbulkan aroma tidak sedap bagi warga.

“Aroma busuk ini, ditimbulkan dari tumpukan sampah itu,” ungkap Darma seorang pekerja di salahsatu Toko sembako di Pasar Gelugur, Senin (18/9) kepada wartawan.

Menurutnya, sampah itu dibiarkan menumpuk selama tiga hari terakhir oleh pihak Dinas pengelola persampahan di daerah ini. Dan, dia mengakui jika kondisi seperti itu sering terulang. Hingga Pasar kebanggaan pemerintah Kabupaten ini terkesan kumal dan kotor.

“Memang kadang sampai berhari baru diangkut mereka sampah di sini,” cetusnya.

Tak hanya terkesan kotor dan bau busuk yang menyengat dihidung, akibat dari tumpukan berbagai jenis sampah itu, sehingga ulat busuk  sering keluar dari tumpukan sampah dan memasuki pertokoan.

“Ulatnya pun seperti tidak tahan berada di tumpukan sampah itu, sehingga sering nyebrang jalan berusaha masuk kedalam toko, dan tak jarang masuk ke dalam,” imbuhnya.

Senada seperti yang dikatakan Halim salahseorang pemilik toko di area Pasar Gelugur tersebut juga mengakui kondisi serupa.

Yang lebih parahnya, kesadaran masyarakat juga dinilainya rendah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, selain sampah yang kerap terlambat diangkut, masyarakat juga sering sesukanya membuang sampah tanpa melihat letak tempat yang sudah disediakan.

“Padahal kan disediakan bak penampung sampah. Tapi ada saja warga yang membuang tidak tepat ke dalam bak sampah, sehingga sampah jadi sering berserakan,” tutur Halim.

Halim juga mengaku tumpukan sampah di sana bukan hanya berasal dari para pedagang di Pasar Glugur. Tak jarang, warga lain yang dari luar pasar ini juga suka membuang sampah di sana.

“Sering orang luar buang sampah kemari. Bahkan bekas numbang pohon sampahnya dibuang kemari. Sering buangnya malam hari,” ujarnya.

Amatan di lokasi, tumpukan berbagai jenis sampah itu juga terdiri dari sampah basah dan kering. Sampah basah tersebut menyebabkan kelembaban sampah itu sendiri, sehingga menghasilkan aroma yang tidak sedap.

Sering terlihat setiap warga yang melintas dari tumpukan sampah itu menutup hidung untuk menghindari bau busuk tersebut, bahkan hingga kejalan depan Pasar Gelugur aromanya busuk yang ditmbulkan masih tercium warga.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Lydia Berliana Purba mengakui jika sampah di komplek Pasar Glugur belum diangkut. Alasannya, truk pengangkut sampah tersebut dalam kondisi rusak dan tidak bisa dipakai.

“Sudah dua hari truk pengangkut sampah di sana rusak,” akunya ketika dihubungi wartawan melalui ponsel pribadinya.

Lydia mengesalkan tindakan warga luar yang sengaja membuang sampah ke area Pasar Glugur itu. Dia mengancam menangkap warga luar jika kedapatan membuang sampah di komplek itu.

“Tak bayar retribusi, akan saya tangkapkan kalau kedapatan buang sampah di sana,” tandasnya. (bud)