Menu

Pemkab Dinilai Lemah Dalam Penyerapan Anggaran Belanja Daerah

Ilustrasi

MetroAsahan.com, RANTAU – Serapan anggaran belanja APBD terkesan rendah. Pemkab Labuhanbatu terindikasi lemah dalam merealisasi penggunaan anggaran belanja. Pada semester I tahun anggaran (TA) 2017, kemampuan Pemkab Labuhanbatu masih jauh di bawah target. Hanya Rp382,114 miliar atau 28,14 persen dari Rp1,357 triliun. Sehingga, berbagai belanja modal untuk kepentingan publik diperkirakan juga menjadi rendah.

Rinciannya, belanja operasi mencapai Rp339,193 miliar dari Rp1,026 triliun atau sebesar 33,06 persen. Sedangkan belanja modal bahkan lebih rendah. Hanya 13,08 persen dari Rp324,160 miliar atau Rp42,393 miliar. Untuk belanja tak terduga, Pemkab Labuhanbatu merealisasikan Rp526 juta dari Rp2,5 miliar. Transfer bagi hasil ke kabupaten/kota belum terealisasi dari Rp5 miliar.

Ironisnya, di prognosis belanja daerah sampai akhir TA 2017, ditetapkan sebesar Rp1,350 triliun. Berkurang Rp7,581 miliar atau 0,56 persen dari target Rp1,357 triliun.

Rendahnya kemampuan belanja modal itu, menuai kritikan kalangan legislatif. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan memperkirakan rendahnya serapan belanja itu, akan mempengaruhi kesiapan Pemkab untuk pelayanan publik. Termasuk dalam hal keterlambatan pembangunan fisik dan pelbagai infrastruktur.

“Ini sangat merugikan masyarakat. Karena pembangunan untuk kepentingan publik terkendala. Ironis, daya belanja Pemkab khususnya untuk kepentingan publik sangat rendah,” ungkap Abdul Karim Hasibuan, Rabu (20/9) kepada wartawan di Rantauprapat.

Untuk itu, dia mengimbau kepada Bupati agar melakukan pelbagai kegiatan pro rakyat untuk menyalurkan anggaran itu. Namun, paling utama, kata dia, harus menempatkan tenaga-tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang handal dalam mengkelola keuangan tersebut. “Boleh jadi, tidak terserapnya dana belanja publik itu karena minimnya kemampuan pengelola keuangan itu. Jadi, tempatkan tenaga ASN yang sesuai disiplin ilmu dan bidangnya untuk mengelola keuangan itu,” tandasnya.

Berdasarkan catatan tahun lalu, kondisi yang sama juga terjadi pada serapan dana APBD semestar I TA 2016. Terkesan  sangat rendah. Diperkirakan hanya mencapai 30,57 persen.Pada APBD TA 2016 Pemkab Labuhanbatu menargetkan belanja sebesar Rp1,276 triliun. Realisasi  Rp390, 229 miliar. Pada Pronogsis APBD TA 2016 belanja ditargetkan meningkat sebesar Rp51,361 miliar. Naik 4,02 persen. Sehingga total target belanja Rp1,327 triliun. (Bud/ma)