Menu

Dugaan Mark Up Proyek Wifi Tak Tersentuh Hukum, Penegak Hukum Jangan Hanya Umbar Janji

Zainul Siregar/MetroAsahan
Terlihat tower wifi berdiri tegak di salah satu kantor kepala desa di Kabupaten Labuhanbatu.

MetroAsahan.com, RANTAU – Dugaan mark up proyek pengadaan tower wifi di 75 desa se Labuhanbatu senilai 1,5 miliar terus menjadi sorotan warga karena belum tersentuh dari aparat penegak hukum..

Ketua LSM Icon RI Rahmat Fajar Sitorus mengatakan bahwa diminta Kejatisu membentuk team untuk melakukan lidik, terkait dugaan mark-up proyek wifi dana desa di Labuhanbatu. Sehingga tidak hanya merupakan informasi miring di tengah masyarakat.

“Diminta, pihak Kejatisu segera membentuk tim untuk lakukan lidik terhadap proyek wifi dana desa tersebut,” katanya, Selasa (10/10).

Ketidaklaziman prosedur administrasi serta harga yang dipatokan untuk proyek tersebut semakin menguatkan kecurigaan masyarakat atas pembangunan proyek tersebut.Menurutnya, penegak hukum jangan hanya menghumbar janji untuk melakukan penanganan masalah ini, yang hanya membuat masyarakat bertanya-tanya.

Pasalnya, sejumlah faktor pendukung untuk dilakukannya pembuktian benar tidaknya terjadi mark up dalam pengadaan wifi di seluruh desa di Kabupaten Labuhanbatu, yang diduga melibatkan orang dekat Bupati Labuhanbatu, sudah cukup untuk membentuk tim melakukan lidik.

“Penegak hukum jangan hanya mengumbar janji, manfaatkan narasumber untuk membantu proses lidik tersebut. Jangan dibuat masyarakat terus menduga-duga dan bertanya-tanya,” tandasnya. (bud/rah)