Menu

Retribusi Telah Dibayar, Dinas PMPTSP Tahan IMB Perumahan

Zainul Siregar/ Metro Asahan
Rahmad Sukur Siregar memperlihatkan print foto IMB dan kwitansi retribusi.

MetroAsahan.com, RANTAU – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Labuhanbatu, Paruhuman Daulay ditunding menahan IMB perumahan Sempurna Indah.

Tudingan itu disampaikan perwakilan perumahan Sempurna Indah, Rahmad Sukur Siregar kepada wartawan, Senin (11/12). Menurutnya, pihaknya merasa aneh dengan pelayanan pihak Dinas PMPTSP. Sebab pihaknya telah membayar retribusi pada tanggal 28 Nopember 2017 sejumlah Rp20.224.800 yang diterima bendaharawan Syahrizal Ahmad Rambe.

Ironisnya, bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) perumahan tersebut sudah terbit dan ditandatangani oleh Kadis PMPTSP sesuai Keputusan Nomor : 503.764/237/DPMPTSP-BP4/2017 tanggal 27 Nopember 2017.

“Bahkan IMB-nya sudah saya foto, tapi gak juga dikasihnya,” jelas Sukur sembari memperlihatkan foto IMB tersebut.

Dijelaskan Sukur, bahwa awal mula mereka telah mengajukan IMB sebanyak 67 pintu perumahan Sampurna Indah, mereka telah mengajukan permohonan sejak bulan Maret 2017 lalu. Namun karena tidak kunjung selesai, Syukur kembali mendatangi Dinas PMPTSP. Namun alasan pihak Dinas PMPTSP, bahwa permohonan mereka telah hilang dan pihak developer kemudian kembali mengajukan permohonan pada bulan Agustus 2017.

Setelah diajukan, kemudian IMB tersebut diproses di Dinas PUPR Labuhanbatu untuk mendapatkan rekomendasi teknis pada bulan Oktober 2017.

Setelah proses selesai, Syukur kemudian diminta datang ke kantor DPMPTSP dan membayar uang retribusi sejumlah Rp20 juta lebih dan diterima bendaharawan dinas tersebut.

Selang sebulan lamanya, belum ada kabar dari pihak Dinas PMPTSP dan dirinya berinisiatif mendatangi kantor tersebut untuk mempertanyakan prihal IMB tersebut. Kemudian Syukur bertemu langsung Paruhuman Daulay selaku Kepala Dinas mempertanyakan soal IMB. Paruhuman berkilah ijinya belum bisa diberikan dengan berbagai alasan.

Menurut Syukur, Paruhuman mengakui jika IMB tersebut telah diterbitkan dan memeperlihatkan IMB nya.

Terpisah, Paruhuman Daulay saat dikonfirmasi terkait belum diserahkan IMB tersebut berkilah jika belum diserahkanya IMB karena belum selesai dan belum ditandatangani olehnya.

“Itu ijinnya belum siap dan belum ditanda tangani,” kata Paruhuman Daulay kepada wartawan METRO ASAHAN.

Anehnya, ketika disinggung oleh wartawan jika perwakilan depelover bernama Rahmad Sukur Siregar telah memperlihatkan foto IMB tersebut kepada wartawan yang difoto ketika Paruhuman memperlihatkanya kepada pihak depelover, Paruhuman kembali berkilah jika ijin persyaratan tersebut masih belum lengkap. “Kalau masalah apanya belum lengkap, tidak bisa saya sampaikan, karena itu yang bisa saya sampaikan kepada pengusahanya,” tandasnya. (zas)