Menu

Penduduk di Labuhanbatu Berkurang 17,704 Jiwa

Ilustrasi

MetroAsahan.com – Terhitung sejak 2013 hingga 2017, jumlah penduduk di Kabupaten Labuhanbatu berkurang sebanyak 17,704 jiwa.

Demikian rangkuman saat KPU Labuhanbatu saat menggelar acara Rakor Penyusunan, Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD untuk Pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan di Rantauprapat, Senin (11/12).

Menurut seorang Komisioner KPU, Ilham Maulana, jika Pemilu tahun 2014 lalu, jumlah penduduk sesuai data dari Dukcapil Labuhanbatu sebanyak 522,064 jiwa.

Sementara, untuk Pemilu 2019 mendatang, jumlah penduduk sampai semester akhir tahun 2017 seperti data yang didapat mereka dari instansi terkait, sebanyak 504,324 jiwa.

Menanggapi itu, Komisioner lainnya, Ghazali Harahap menjelaskan, hal itu disebabkan masih terdaftarnya orang meninggal sebagai pemilih. “Artinya, ini singkronisasi antara data Adminduk Mendagri dengan DPT Pemilu sebelumnya,” ujarnya.

Selama ini lanjutnya, saat pemuktahiran data masih ditemukan data ganda, meninggal tetapi masih terdaftar, anak dibawah umur serta lainnya.

“Terjadinya proses pengurangan jumlah penduduk ini, karena upaya bersama antara KPU RI dengan Mendagri. Maka, inilah data kita hari ini, inikan fakta,” sebutnya.

Terkait itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dinas Dukcapil Labuhanbatu, Sahnan Siahaan mengakui kondisi tersebut. Sebab, data pemilu tahun 2014 silam, merupakan data semester I tahun 2013 yang diyakininya belum terkoneksi dengan Kabupaten/Kota.

“Masalahnya memang masih banyak data ganda. Kalau datanya diambil pada semester II tahun 2014, mungkin sudah bersih, itulah jumlahnya sebanyak 500,675 jiwa,” akunya.

Data sejak semester I tahun 2014, sambung Sahnan Siahaan lagi, telah terjadi pengurangan jumlah mencapai puluhan ribu nama dikarenakan ganda dengan daerah lainnya. “Inilah data dari Kemendagri yang sudah dikonsolidasikan,” paparnya.

Maka, KPU Labuhanbatu diyakini akan memakai data semester I tahun 2017 dengan jumlah penduduk 504,324 jiwa. “Artinya, data ini setelah diberlakukan program e-KTP, maka data jumlah penduduk dapat kita pastikan benar,” terangnya lagi. (Nik/syaf)