Menu

Usaha Galian C Segera Didata

Budi
Salahsatu galian C yang berada di Labuhanbatu. Dalam waktu dekat, Pemkab Labuhanbatu segera mendata jumlah usaha galian C yang beroperasi di daerah ini.

MetroAsahan.com, RANTAU – Pemkab Labuhanbatu segera mendata jumlah usaha galian C yang beroperasi di daerah ini. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Pemprovsu untuk mengambil kebijakan penertiban usaha yang diduga ilegal tersebut.

Demikian disampaikan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu Ahmad Muflih SH setelah  rapat internal tentang galian C yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

Rapat internal tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait di jajaran Pemkab Labuhanbatu, Rabu (10/1) di Rantauprapat. Bahkan pihak Pemkab akan mengutus Asisten I untuk berkordinasi dengan Dinas Perizinan Pemprovsu.

“Mungkin pekan depan Asisten I berangkat untuk berkordinasi dengan Dinas Perizinan Pemprovsu,” kata Ahmad Muflih, melalui telepon selulernya.

Muflih juga menjelaskan, sebelum Pemkab Labuhanbatu berangkat ke Pemprovsu, terlebih dahulu akan mengumpulkan data, dari beberapa usaha galian C yang beroperasi. Serta, dampak lingkungan yang ditimbulkan dari usaha tersebut.

“Instansi terkait mengumpulkan data terlebih dahulu. Di antaranya seperti Dinas Badan Lingkungan Hidup dan mendata titik dampak dari usaha Galian C itu. Sementara Dinas Perhubungan juga mendata jalan yang rusak akibat dari truk pengangkut material Galian C,” jelasnya.

Pemkab Labuhanbatu berangkat dengan membawa data akurat tentang Galian C beserta dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat usaha tersebut, ke Dinas Perizinan Pemprovsu.

“Ini merupakan langkah awal. Bagaimana nanti tanggapan dari Dinas Perizinan Pemprovsu, kita akan lakukan pembahasan kembali,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, belasan usaha Galian C diduga ilegal menjamur di Labuhanbatu. Usaha Galian C tersebut mengeksploitasi tanah timbunan, pasir, dan bebatuan dari sejumlah tempat.

Misalkan, Galian C di sepanjang bantaran Sungai Bilah dan pengorekan tanah timbunan di Dusun Barnung, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat.

Di dusun itu, sebanyak tiga unit alat berat jenis Becho melakukan pengerukan tanah timbunan, yang diduga sama sekali belum mengantongi izin Galian C dari pihak terkait.

Informasi yang dihimpun, dari usaha tersebut diprediksi ratusan meter kubik tanah timbunan dikorek dari lokasi itu setiap harinya.

Dampak dari pengangkutan tanah timbunan tersebut, jalan desa di sana menjadi rusak. Selain itu, pemukiman warga menjadi kotor dan banyak debu. Sehingga mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Labuhanbatu Paruhum Daulay mengaku sebanyak 14 usaha galian C di Labuhanbatu belum mengantongi izin usaha dari Pemprovsu.

Padahal, pihaknya menurut Paruhum sudah mengundang dan mengimbau seluruh pengusaha Galian C agar melengkapi surat administrasi dan izin usaha. (Bud)