Menu

Pemerintah Kaji Status PNS untuk Perangkat Desa

Mendagri Tjahjo Kumolo

MetroAsahan.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai perlunya reformasi perangkat desa. Pasalnya, banyak daerah yang belum menaati Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Akibatnya, sejumlah daerah menerapkan sistem dan kebijakan yang berbeda-beda terhadap perangkat desanya. Ada yang PNS ada yang belum. “Di Jatim itu contohnya, masa jabatannya masih beda-beda. Itu membuat kecemburan, saya lapor ke Bapak Presiden soal perlunya reformasi perangkat desa,” kata Tjahjo di Kantor Kemendagri, Kamis (18/5).

Tjahjo mengakui, memang belum bisa mengangkat semua perangkat daerah menjadi ASN. Apalagi, anggaran untuk kebutuhan itu sangat besar. Mengingat ada sekitar 74 ribu lebih perangkat desa di Indonesia.

Saat ini, sebagian perangkat daerah sendiri masih ada pro kontra dalam menyikapi statusnya. “Itu asetnya bisa 24 juta lho. Kalau PNS paling 2 juta atau tiga juta. Memang orang desa kan merasa lebih gagah PNS,” sebutnya.

Menurut Tjahjo, sekarang pihak Kemendagri masih memikirkan mana yang terbaik menyangkut persoalan ini. Dengan meninjau lebih jauh UU Desa ini, seperti apa terobosannya. (jpg)