Menu

Bus Rombongan Calon Haji Tergelincir

Keadaan bus yang tergelincir yang menyebabkan 2 orang meninggal

MetroAsahan.com, TAPUT – Kecelakaan maut itu terjadi pada Kamis (10/8) sekira pukul 11.30 WIB di Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Km 31-32 Desa Lobupining, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput).

Kepanikan dan tangis histeris seketika memecah kesunyian alam Pahae saat bus yang mengangkut rombongan calon haji asal Kabupaten Mandailing Natal tergelincir dan meluncur tak terkendali. Dua orang tewas dalam peristiwa ini, salah satunya adalah personel kepolsian yang sedang betugas.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, saat itu bus ALS BK 7130 LD yang datang dari Madina menuju Medan membawa penumpang calon jamaah haji Kloter 14 embarkasi Medan, turun tidak terkendali. Saat itu sedang berlangsung pelebaran jalan yang sebelumnya mengalami longsor sehingga jalan berlumpur dan licin.

Sahala Aritonang, warga Doloksanggul menceritakan, kecelakaan terjadi di jalan menurun dan sangat licin akibat tertutup bekas longsoran tanah.

“Kami datang dari arah Sipirok menuju Tarutung, tiba-tiba terjebak macet. Ingin tahu penyebab kemacetan, kami turun dari truk untuk melihat,” katanya di RSU Tarutung.Tiba-tiba mobil ALS yang parkir meluncur dari atas dan terlihat turun tidak terkendali.

“Saya langsung lompat ke parit menyelamatkan diri. Toke saya kakinya tersambar bus ALS, mengalami luka sangat parah pada kaki sebelah kiri. Dan, korban yang meninggal warga yang berada di sekitar yang turut menonton kemacetan,” jelasnya.

Dikatakan, salah satu korban luka yang akhirnya meninggal dunia adalah seorang personel polisi yang bertugas mengatur lalu lintas bernama Brigadir David Marpaung (33).

“Polisi itu sedang menggeser sepedamotor agar jalan lancer. Tiba-tiba tersenggol ALS dan tertimpa kereta sepedamotor, red) hingga terseret sekitar 7 meter. Polisi itu luka pada bagian kepala dan kaki,” terangnya dan mengaku turut menolong polisi tersebut dari jepitan sepedamotor.

Dia menjelaskan, korban tewas akibat terjepit di antara bagian depan ALS dan tumpukan tanah yang longsor.
Sementara, satu korban lainnya, Sabaruddin (37), adalah warga sekitar yang saat itu duduk menonton kemacetan.
Kemudian, Marganda Lumban Gaol, warga Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Humbahas, mengalami patah kaki sebelah kiri dan Parmohonan (57), supir yang turut dalam kemacetan itu, warga Pasar Tembung Medan, mengalami patah kaki sebelah kiri.

Terpisah, Kapolres Taput AKBP Taripar Hutabarat yang ditemui di Mapolsek Pahae Julu usai meninjau lokasi longsor terlihat sedih, apalagi salah satu korban tewas adalah anggotanya.

Amatan New tapanuli, David mengalami luka parah di dada, mata dan kepala, sempat dilarikan ke RSU Tarutung. Setelah itu, dibawa ke ruang ICU, namun berselang beberapa jam David meninggal dunia. (as/ara/msg)

loading...