Menu

Demo di Kantor Imigrasi,Mahasiswa dan Petugas Saling Dorong

Riki/MetroAsahan
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai-Asahan, Kota Tanjungbalai diwarnai kericuhan.

MetroAsahan.com, Tanjungbalai – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor imigrasi kelas II Tanjungbalai-Asahan Kota Tanjungbalai, Kamis (10/8) diwarnai kericuhan. Mahasiswa saling dorong dengan petugas kemanan.

Menurut pengunjuk rasa aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada petugas imigrasi yang diduga melanggar prosedur dalam menjalankan tugas. Hal itu terkait kedatangan petugas imigrasi, Selasa (1/8) sekira pukul 01.30 wib ke salah satu rumah warga di Lingkungan XIV, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Airjoman, Kabupaten Asahan.

Dimana kedatangan petugas imigrasi tidak di lengkapi dengan surat perintah yang sah kerena tidak ditandatangani oleh kepala kantor selain itu tanggal surat perintah yang dibawa juga salah.

Kepala kantor imigrasi kelas II B Tanjungbalai – Asahan Soimam SH MH melalui Kasi Pengawasan dan Penindakan, Bahrudin Kepada wartawan menerangkan kedatangan petugas imigrasi, Selasa (1/8) dini hari ke rumah warga di Lingkungan XIV, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Asahan tersebut untuk memintai keterangan seorang warga yang bernama Marzuan Kamil.

Dimana kata Baharuddin, permasalahan ini bermula pada 4 Juli 2017 lalu. Saat itu Marzuan Kamil mendatangi kantor imigrasi Tanjungbalai mengajukan pembuatan pasport baru. Saat itu yang bersangkutan mengaku tidak pernah membuat pasport.

Namun setelah dilakukan pendeteksian melalui sidik jari terungkap adanya duplikasi data yakni pemohon  pernah membuat pas port di Medan pada 6 Oktober 2011 lalu.

Untuk itu maka pembuatan pasport atas pria kelahiran Stabat, tahun 1968,yang menggunakan kartu tanda penduduk Kabupaten Deli Serdang, Smatera Utara itu ditolak oleh petugas.

Selain itu katanya karena adanya kecurigaan, petugas imigrasi kelas II Tanjungbalai melakukan koordinasi dengan Imigrasi Kanwil Sumut dan di dapat informasi bahwa yang bersangkutan di duga sebagai warga Negara Malaysia.

Oleh sebab itu petugas pun melakukan penyelidikan dan terenduslah keberadaannya di Kelurahan Binjai Serbangan dan menurut keterangan besok harinya akan berangkat ke Medan, makanya dilakukan pemeriksaan pada dini hari tersebut.

“Kecurigaan kita beralasan karena yang bersangkutan tidak pernah lagi mendatangi kantor imigrasi untuk pembuatan pasport, selain itu berdasarkan informasi yang kami terima bahwa yang bersangkutan diduga berkewarga negaraan asing dan menurut keterangan besok harinya akan berangkat ke Medan. Karena situasional mendesak makanya kita lakukan penyelidikan ke rumah pemohon di Air joman bersama pemerintah setempat pada dini hari tersebut dan kebetulan pemilik rumah, memiliki anak seorang mahasiswa, sehingga kurang senang dengan kedatangan pihak imigrasi.

Untuk mengelakkan kejadian yang tidak diingini karena situasi saat itu agak memanas karena ada penolakan keluarga pemohon maka diambil kata mufakat dan atas jaminan kepala lingkungan pemohon agar datang ke kantor untuk memberi keterangan, namun sampai sekarang yang bersangkutan  tidak mendatangi kantor imigrasi,” ujarnya.

Sementara itu terkait surat tugas yang dituduhkan Baharudin menjelaskan memang ada kesalahan penulisan tanggal dan belum ditanda tangani pimpinan karena situasional mendesak. (Mag02/syaf/ma)