Menu

Terkait Paripurna Pengesahan Wali Kota Terpilih Tanjungbalai, PDIP Bantah Terima Suap

Ilustrasi

METROASAHAN.COM, TANJUNGBALAI – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Tanjungbalai membantah adanya kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Plt Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Terkait Paripurna Istimewa Pengumuman Wali Kota/Wakil Wali Kota Tanjungbalai terpilih 2016 – 2021.

Bantahan tersebut langsung diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Surya Dharma AR SH didampingi Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Leiden Butar Butar SE di ruang rapat DPC PDI Perjuangan di Jalan Gaharu, Kota Tanjungbalai, Senin (23/5).

“Adanya tudingan-tudingan miring dari oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap kinerja dari kader PDI Perjuangan yang ada DPRD Kota Tanjungbalai, itu tidak benar dan tidak berdasar. Hal ini kami nyatakan secara tegas, setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap ketiga kader PDI Perjuangan terkait dengan maraknya tudingan-tudingan miring yang kesannya mendiskreditkan kredibiltas dari kader PDI Perjuangan yang ada di DPRD Kota Tanjungbalai,” ujar Surya Dharma AR,SH.

Pada kesempatan itu Surya Dharma juga mengungkapkan bahwa terkait dengan transkrip pembicaraan melalui telepon sellular dari Leiden Butar Butar SE dengan seseorang dengan melontarkan kata-kata yang kurang sopan terhadap KPK adalah tidak benar. Katanya, keabsahan dari transkrip tersebut diragukan karena legalitas dari transkrip pembicaraan melalui sellular tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh oknum yang menyebarkan isu-isu miring tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Leiden Butar Butar SE. Katanya, jika ada elemen masyarakat yang bisa membuktikan kebenaran dari tudingan-tudingan miring terhadap dirinya maupun kader PDI Perjuangan lainnya, silahkan saja untuk membawanya keranah hukum.

“Jika memang saya ada melakukan seperti yang disebarkan dimasyarakat bahkan sampai dimuat melalui media cetak, saya persilahkan untuk melaporkannya ke ranah hukum. Dan sampai saat ini, kita masih mempertimbangkan untuk membawa permasalahan ini keranah hukum, karena telah mencemarkan nama baik saya sebagai pribadi maupun sebagai kader dari PDI Perjuangan,” ujar Leiden Butar Butar.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu terakhir ini, sejumlah spanduk yang isinya menghujat kinerja dari DPRD Kota Tajungbalai telah menghiasi beberapa jalan protokol di kota itu. Tidak tanggung-tanggung, spanduk yang mengaku dibuat oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu, menggunakan lambang Garuda di sebelah kanan dari spanduknya dengan mengatakan, adanya dugaan suap yang dilakukan oleh Plt. Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Terkait Paripurna Istimewa Pengumuman Wali Kota/Wakil Wali Kota Tanjungbalai terpilih 2016 – 2021.

Akibat beredarnya spanduk-spanduk tersebut, membuat DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungbalai merasa resah dan akhirnya meminta klarifikasi dari kader-kadernya yang ada di DPRD Kota Tanjungbalai. (ck-5/syaf)