Menu

PSSA Asahan ‘Digunduli’ PSMS Medan 6-2

Ilustrasi

Tim kesebelasan PSSA Asahan harus mengakui keunggulan PSMS Medan yang bermain devensif dan garang disegala lini. Baik kerjasama tim serta mempunyai skanerio penyerangan dan bertahan cukup baik dalam menghadapi tuan rumah PSSA Asahan. Hasilnya, PSMS Medan menang telak 6-2  dalam lanjutan Kompetisi Piala Soeratin Cup U-17 yang digelar di stadion Mutiara Kisaran, Jumat (21/7).

Sejak pluit panjang tanda awal pertandingan yang dipimpin wasit Irawan dari Asprov PSSI Sumatera Utara, kedua tim sudah bermain kencang dan keras. Kedua tim tetap mempertontonkan permainan cepat dan garang dalam stretegi.
Jual beli serangan kerap terjadi di lapangan tengah, namun gelandang serang PSMS Medan yang diperankan Bima Alfareza M Arifin Ghuzali lebih unggul dalam adu jual beli dengan gelandang serang PSSA Asahan.

Permainan cepat dan dipadukan permainan kencang PSMS Medan terus melakukan serangan-serangan ke jantung pertahanan bawah PSSA Asahan yang dikawal Kwartet Reza Fahlevi Munthe, Rizki Chan, Hasan Basri dan Andriansyah yang harus jatuh bangun mempertahanakan lini bawah mereka dari serbuan bergelombang penyerang depan PSMS Medan.

Saat pertandingan memasuki menit ke 20, gawang PSSA Asahan harus bergetar lewat permainan apik Randika Ramadhan. Melalui kecerdikannya dengan gaya solorun gelandang PSMS Medan ini memperdayai beberapa pemain bawah PSSA Asahan hasil umpan manis Zannata Tarigan dengan kaki kanannya ia berhasil menjebloskan bola ke gawang PSSA Asahan yang dikawal MHD Khadafi Ritonga.

Belum puas dengan pundi-pundi tambang gol ini, menit ke-26 M Randika Ramadhan gelandang serang PSMS Medan kembali memperdayai gawang PSSA Asahan setelah melawati dua pemain bawah PSSA Asahan. Sehingga papan scoor berubah menjadi 2-0.

Tertinggal 2-0, irama permainan PSSA Asahan yang diarsiteki Dedy Syahputra belum juga bangkit dari kekalahan mereka. Bahkan irama permainan PSSA Asahan cendrung menoton.

In juri time menit (45) gawang PSSA Asahan kembali bergetar, sehingga kedudukan menjadi 3-0. Peluit panjang yang ditiupkan pengadil yang memimpin pertandingan sore itu membuat perjuangan keras anak-anak PSSA Asahan untuk memperkecil ketertinggalannya. Namun memasuki babak kedua irama permainan PSSA Asahan mulai berubah. Serangan yang dibangun melalui gelandang serang Rianju Guntyo Pratama dan Faisal mempunyai warna, sehingga pertandingan berjalan kencang.

Lagi asyik membangun serangan PSSA Asahan terhanyut oleh irama permainan PSMS Medan hasilnya menit  ke-59 pemain pengganti ini membuat gol lewat solorun yang begitu ciamik dengan melewati beberapa pemain bawah PSSA Asahan.