Asus Vivobook X505ZA dengan AMD Ryzen 7: Jangan Nilai Tampilan Luarnya

Bagikan:
Asus Vivobook X505ZA dengan AMD Ryzen 7

MetroAsahan.com, Saat ini varian laptop dengan APU bikinan AMD dengan Ryzen semakin variatif. Ini dibuktikan dengan terus bertambahnya notebook yang menggunakan otak andalan AMD untuk sektor dapur pacu. Agustus lalu saja tercatat, brand perangkat komputer Asus melepas tiga varian laptop yang ditenagai jeroan AMD Ryzen, yakni Asus Vivobook X505ZA yang dibekali jantung AMD Ryzen 3, 5, dan 7.

Kala presentasi di peluncuran produk laptop ini, pihak Asus mengklaim bahwa Vivobook X505ZA bakalan menjadi perangkat terbaik bagi penggunanya. Hal tersebut merujuk pada jeroan yang bersanding dengan desain yang dikatakan penuh gaya dan kekinian. Benarkah demikian?

Untuk Asus Vivobook X505ZA, JawaPos.com berkesempatan untuk menjajal laptop tersebut. Yakni, Asus Vivobook X505ZA yang merupakan varian tertinggi dengan Ryzen 7 2700U.

Desain

Dari segi penampilan, Asus Vivobook X505ZA yang diklaim kekinian ternyata desainnya mirip dengan notebook kebanyakan. Desainnya tidak ada yang mencolok. Biasa saja. Beratnya hampir 1,7 Kg termasuk baterainya. Bergeser ke material, juga layaknya laptop menengah yang kebanyakan berbahan plastik.

Material plastik bila dilihat sekilas memang tidak terlalu tampak. Sebab, Asus menyiasatinya dengan sentuhan brushed metal pada bodi bagian atas, serta sisi dalam di sekitar area keyboard.

Andai dilihat dari jarak yang tidak terlalu dekat, kita akan mengira bahwa laptop ini terbungkus material kuat berbahan metal. Apalagi, ada sentuhan guratan-guratan khas metal pula yang membuat desain bodinya tampak stylish.

Salah satu yang menjadi daya pikat selain bodi plastik dengan kemasan metal, Asus Vivobook X505ZA juga menawarkan bodi ramping dengan ketebalah hanya 1,89 cm. Bergeser ke bagian dalam, terdapat layar seluas 15,6 inci. Layarnya terlihat luas berkat NanoEdge display with ultranarrow bezel.

Bezel ultra tipis memungkinkan layar FullHD 15,6 inch untuk masuk ke ukuran bingkai yang sedikit lebih besar dari laptop 14 inci. Bezel 7,7 mm pada layar NanoEdge juga menghasilkan rasio layar-ke-tubuh 81 persen yang akan membuat user mendapatkan lebih banyak layar untuk tampilan lebih imersif.

Turun ke bagian keyboard, tidak ada backlight. Termasuk di beberapa tuts penting seperti tombol capslock. Hal itu rentan membuat bingung. Pada bagian lain laptop pun demikian. Hanya ada lampu indikator daya dan baterai saja di sisi bagian kanan. Selain itu, tidak ada.

Untuk menyangga layarnya, Asus Vivobook X505ZA tampak tidak istimewa. Sebab, dua buah engsel hanya terbungkus material plastik. Padahal bagi kami, engsel menjadi bagian yang penting. Apalagi layarnya terbilang gambot dengan ukuran 15,6 inch. Semoga engselnya bisa bertahan lama dengan intensitas ‘buka-tutup’ laptop yang tinggi.

Untuk port dan connector, Asus Vivobook X505ZA menyediakan cukup lengkap. Di kanan ada port daya, satu Combo Audio Jack, dua USB 2.0, Kensington Lock dan satu Slot SD Card.

Bergeser ke tepi kiri ada port Daya, RJ45 LAN Jack for LAN insert, HDMI Support HDMI 1.4, satu buah Type C USB 3.0, dan satu Type A USB 3.0. Fitur koneksi lainnya adalah WiFi Integrated 802.11 AC (2×2) dan BlueTooth Built-in V 4.2.

Berbalik ke bagian bawah, laptop yang memiliki kapabilitas dongkrak performa lewat upgrade RAM ini sayangnya tidak menyediakan door compartment yang mudah untuk diakses. Pintu-pintu tersebut tidak tersedia dengan area bawah yang polos. Jadi kalau mau upgrade RAM ya harus membuka casing bawah secara keseluruhan.

Beralih ke sektor keyboard, Asus Vivobook X505ZA tampil dengan jarak antartuts yang terbilang lega. Pengalaman mengetik menggunakan laptop ini cukup baik. Kesalahan pengetikan atau typo bisa ditanggulangi berkat jaraknya yang lumayan jauh satu sama lain. Hal tersebut bisa terjadi lantaran Asus tidak menyertakan papan tombol angka pada laptop ini.

Sementara untuk trackpad, ada area luas yang diletakkan agak ke kiri. Tidak center, namun ini membantu bagi kamu yang butuh area luas sisi kanan untuk leluasa menggunakan trackpad. Bagian klik kiri dan klik kanannya dibuat menyatu dengan panel kapasitif trackpad. Ini sedikit disembunyikan untuk mengejar desain simple di trackpad.

Kesimpulan

Pengalaman menggunakan Asus Vivobook X505ZA dengan sokongan prosesor AMD Ryzen 7 2200U dan padanan grafis Radeon Vega 10 untuk beberapa waktu cukup menyenangkan. Beberapa pekerjaan kantoran biasa seperti pengetikan, browsing dengan banyak tab sekaligus pada aplikasi peramban hingga pekerjaan kreatif tentu bisa dihadapi dengan laptop ini dengan cukup memuaskan. Tidak heran, jeroannya memang memiliki kemampuan untuk itu. Untuk bermain game pun boleh juga.

Asus Vivobook X505ZA dengan prosesor AMD Ryzen 7 2200U dan grafis Radeon Vega 10 dibanderol dengan harga kisaran Rp12,7 jutaan sebagai varian tertinggi dari Asus Vivobook X505ZA. Dengan harga segitu, menilik build quality-nya memang agak kurang menarik.

Ya, apalagi kalau bukan material full plastik di sekujur tubuhnya yang membuat laptop ini terkesan ringkih untuk harga segitu. Namun begitu, agaknya performa jeroan perangkat ini mampu menutupi kekurangan bodinya yang biasa saja.

Overall, pengalaman kami menggunakan laptop ini boleh dikatakan baik. Dengan baterai 3 Cells 42 WHrs, urusan simpan dayanya terbilang baik. Laptop ini sanggup diajak bekerja dengan koneksi internet dan browser hingga 10 tab disambi mendengar musik dari situs berbagi video YouTube dengan perolehan ketahanan baterai hingga 6 jam lebih lamanya.

Pemakaian tersebut merupakan pemakaian nonstop dari baterai 100 persen hingga 5 persen dan signal daya mematikan laptop secara otomatis. Untuk pengisian ulangnya juga cepat. Skemanya di balik saja. Dari baterai 5 persen hingga menyala kembali dan full 100 persen membutuhkan waktu kurang dari 120 menit pengecasan.

Untuk kebutuhan mobilitas, berbekal desain bezel layar yang sempit (7,7 mm) membuat Asus Vivobook X505ZA dapat dibawa dengan mudah walaupun ukurannya terbilang besar. Masuk ke dalam tas ataupun dijinjing kala presentasi bersama kolega, laptop ini tak berat-berat amat dan tetap bisa diajak sedikit bergaya. Akhir kata, Asus Vivobook X505ZA untuk varian AMD Ryzen 7 2200U dan grafis Radeon Vega 10, jangan lihat dari luarnya saja, namun jeroan perangkat ini menjadi nilai lebih.(ryn/jpc/ma)

Bagikan: