Menu

Berusaha Tiap Tempat ada Alquran

Indra Gunawan
MEMBACA ALQURAN BERSAMA: Anggota Jam’iyah HQQ Lamongan melakukan pertemuan kedua di Pendapa Lokatantra.

Jam’iyah Hafadhoh Alqur’an Lilqur’an (HQQ) beranggotakan mayoritas hafiz dan hafizzah di Lamongan. Lantunan ayat suci Alquran terdengar di ruang Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan Sabtu (27/1). Para remaja, bapak – bapak, dan ibu – ibu serius melantunkan ayat suci umat Islam tersebut.

Kegiatan di pendapa tersebut merupakan pertemuan kedua perkumpulan HQQ. ‘’Awal berdiri dulu pesertanya bisa dihitung dengan jari. Alhamdulillah sekarang bertambah banyak. Ada sekitar 70 anggota yang datang,’’ tutur Ketua Jam’iyah HQQ, Selamet Ma’ruf, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Anggota HQQ ada yang berstatus mahasiswa, pengajar, dan pegawai Kemenag Lamongan. Agenda pertemuan kedua lalu berupa khotmil Quran.

Anggota dibagi per kelompok untuk membaca Alquran. Satu kelompok diisi 10 orang, yang secara serentak melantunkan Alquran.

‘’Kita agendakan kegiatan khotmil quran dilakukan tiap sebulan sekali,’’ ujar Ma’ruf.

Selama ini, sudah banyak perkumpulan tahfiz Alquran di beberapa pondok pesantren (ponpes). Namun, belum diakomodasi dalam sebuah wadah di kabupaten.

‘’Arah pemikiran perkumpulan hafiz dan hafizza ini di Lamongan menjadi lebih baik, manfaat, dan barakah,’’ tutur pengajar Ilmu Alquran di Sekolah Tinggi Ilmu Alquran dan Sains (STIQSI) tersebut.

Sejak mengenyam pendidikan dakwah di Institut PTIQ Jakarta, Ma’ruf sudah dituntut untuk menghafal Alquran. Hafiz asal Kecamatan Sekaran, itu membutuhkan empat tahun untuk menghafal 30 juz.

‘’Kalau proses menghafalnya tidak sulit. Tapi yang sulit adalah menjaganya agar terus melekat di kepala,’’ ujar pria yang bergelar magister tafsir Alquran tersebut.

Istiqamah menjadi tantangan tersendiri bagi hafiz dan hafizza Alquran. Tantangannya, menyempatkan waktu untuk menghafal di tengah pekerjaan dan kegiatan duniawi.

Itu yang membuat Ma’ruf memiliki banyak Alquran, yang dia taruh di banyak tempat. Di antaranya, di ruang kerja, mobil, dan rumah. Saat senggang, Ma’ruf menyempatkan untuk melakukan hafalan Alquran.

‘’Berusaha tiap tempat ada Alquran, sehingga semampu mungkin menyempatkan,’’ tutur pria yang juga menjabat sebagai penyuluh agama islam di penyelenggara syariah Kemenag Lamongan tersebut.

Saat berada di rumah, dia mengajak istri dan anaknya untuk melakukan semaan Alquran. ‘’Menyarankan bagi orang tua kalau ingin anaknya hafal Alquran harus dari kecil. Minimal lulus SD sudah didorong untuk menjadi penghafal Alquran,’’ ujar pria kelahiran 1969 tersebut.

Wakil Ketua Jam’iyah HQQ Isrofiyah, merasa menghafal Alquran bukan hal yang sulit. Hanya dibutuhkan komitmen dalam diri. Sehingga secara kontinu dan tak putus asa menjadi penghafal Alquran.

‘’Kesulitan menghafal tidak ada. Hanya butuh komitmen saja bahwa ini kebutuhan kita. Ini nutrisi kita. Ini bahan bakar kita,’’ ujar ketua salah satu lembaga pendidikan di Lamongan itu.

Sejak lulus SD, perempuan 41 tahun itu sudah berada di lingkungan ponpes. (bj/ind/yan/bet/dka/JPR)

Loading...