Menu

Alhamdulillah, Suami Sembuh dan Bisa Melaut Lagi

Perdana Ramadhan/Metro Asahan
Sri Wahyuni, istri seorang nelayan yang suaminya sembuh tertolong program JKN KIS.

SRI Wahyuni (28) ibu rumah tangga yang tinggal di lingkungan VII Kelurahan Beting Kwala, Teluk Nibung adalah satu dari sekian banyak keluarga yang merasakaan manfaat terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat  (KIS) sejak Maret 2014 lalu.

Perdana Ramadhan, ASAHAN

Kepada wartawan, ia mengisahkan pengalaman atas musibah yang dialami keluarga kecilnya. Sri mengaku jarang mengalami sakit, namun pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika ia merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN KIS.

“Dengan kartu ini (JKN-KIS) sudah menolong hidup suami dan keluarga saya. Suami saya sembuh dari penyakit Tuberkulosis (TB) yang dideritanya pada bulan Januari 2017 lalu,” ujarnya saat berbagi kisah, Rabu (16/5).

TB adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan basil Mycobacterium tuberculosis. Kebiasaan suaminya yang perokok berat itu membuat ia menderita penyakit tersebut. Suami Sri adalah nelayan dan kerap pulang larut malam dari laut.

“Setiap hari suami saya itu mengalami batuk berdahak, demam tinggi, kelelahan dan badannya semakin kurus jadi kami bawa dia ke Puskesmas disitu mengalami pengobatan selama enam bulan,” ujarnya.

Untuk memastikan kesembuhan total, pengidap TB harus menggunakan antibiotik yang diberikan dokter selama 6 bulan. Pasien harus mengonsumsi obat-obat primer seperti Streptomisin, INH (isoniazid), Ethambutol, Rifampisin dan Pirazinamid yang semuanya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Jadi selama enam bulan itu bolak balik puskesmas, ambil obat sama kontrol, lumayan menguras kantong dan tenaga juga. Saya sempat bingung mau cari uang dari mana, untung biaya pengobatannya ditanggung (JKN-KIS),” ungkap Sri yang bercerita dalam Pertemuan Komitmen dan Pencanangan IBI-KB Kesehatan 2018 bulan lalu.

Namun menjalani perobatan selama enam bulan itu menimbulkan masalah baru. Setelah mengonsumsi obat-obatan satu minggu, suaminya mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang membuatnya tidak dapat mencari nafkah sehari-hari.

Sri sempat mengira bahwa suaminya mengalami kelumpuhan permanen. Namun setelah dikonsultasikan kepada dokter di Puskesmas, ternyata hal itu merupakan efek samping obat tersebut.

Sekarang Sri dapat bernafas lega, terlebih setelah suaminya kembali dapat beraktifitas seperti semula dan berhenti mengonsumsi rokok setelah menjalani pemulihan walaupun awalnya pesimis suaminya akan sembuh.

“Alhamdulillah, sekarang sudah sembuh total, suami bisa melaut lagi. Saya sempat ngak percaya dan pesimis bisa sembuh, karena kan pake (JKN-KIS) yang gratis, ternyata semuanya sama pelayanannya, gak pandang bulu,” sebut Sri. (*)

Loading...