Kangen Terus, Pemuda 24 Tahun Menikahi Nenek 10 Cucu

Bagikan:
Nikah beda usia Rizal dan Misnah (kiri) ketika ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (5/12) lalu. (F/Jpnn.com/Metro Asahan)

MetroAsahan.com – INI kisah nikah beda usia antara Rizal Aditya Rahman dan Misnah. Pemuda 24 tahun dan perempuan 48 tahun.

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

Tenda hijau berhias bunga-bunga khas pengantin di permukiman Flamboyan menjadi sorotan. Masyarakat hingga beberapa awak media di Kota Palangka Raya datang menyerbu.

Bukan hal mengejutkan. Warga sekitar sudah tahu, tenda tersebut menjadi saksi bisu pernikahan Rizal Aditya Rahman dan Misnah.

Senin malam (3/12), pemuda 24 tahun itu mengikrarkan janji pernikahan melalui ijab yang dikabulkan oleh wali kekasih hatinya, Misnah yang telah berusia 48 tahun.

Rasa sayang dan cinta yang kuat dalam hati, menjadi gejolak bagi Rizal selama berhari-hari. Hingga akhirnya ia memutuskan meminang pujaan hatinya.

Saya bangga diberi kesempatan mendengarkan kisah romantis perjalanan cinta Rizal dan Misnah. Bagaimana tidak? Saya disambut ramah di tengah-tengah kesibukan mereka merangkai pernak-pernik pesta pernikahan yang digelar, Rabu malam (5/12).

“Waalaikumsalam, silakan masuk mbak,” ucap Misnah menjawab salam saya.

Memasuki rumah kayu bermodel panggung yang terdapat papan bertuliskan Happy Wedding itu, membuat saya dan fotografer Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Denar, kehilangan basa-basi.

Sepertinya Misnah sudah mengerti yang datang adalah jurnalis, yang tentu ingin mengetahui dan mengabadikan cerita pernikahannya.

Tak sungkan, dengan lapang dada perempuan dengan cat rambut putih ini mengisahkan perjalanan cintanya.

“Saya sudah menikah malam Selasa kemarin, dan akan menggelar perayaan nanti malam (tadi malam, red) berupa acara dangdutan untuk menghibur warga sekitar,” ungkapnya.

Cinta antara Misnah dan Rizal berawal, saat Misnah bersama anak lelakinya berkunjung ke sebuah studio karaoke di Kota Palangka Raya, beberapa bulan lalu.

Ternyata, anak lelakinya itu membawa seorang teman dekatnya, yang tidak lain adalah Rizal.

Tak disangka, pertemuan itu menumbuhkan bibit-bibit cinta Rizal kepada Misnah. Tiga hari berturut-turut setelah pertemaun pertamanya, Rizal terngiang-ngiang alias galau.

Sepekan berlalu, keduanya tak saling bertemu. Hingga pertemuan kedua terulang di tempat yang sama. Setelah pertemuan kedua itulah, Rizal dan Misnah bertukar nomor telepon.

“Iya, sebelumnya belum ada komunikasi. Mulai ada hubungan setelah pertemuan kedua. Setelah itu saling berkomunikasi lewat WahatsApp,” ucap Misnah kepada Kalteng Pos.

Hari berganti hari, benih cinta di hati Rizal tumbuh semakin besar. Membulatkan tekad dan keberaniannya untuk menyunting kekasih pilihannya, Misnah.

Dinamika layaknya orang sedang tahap pacaran dan berusaha saling mengenal, dilaluinya hanya dua bulan. Kini, mereka sudah menjadi pasangan yang sah.

“Yang terburu-buru mengajak nikah itu dia (nunjuk suaminya). Masa baru pacaran dua minggu sudah mengajak nikah,” lontar Misnah sembari tertawa.

Saat ditanya siapa yang terlebih dahulu menyatakan cinta, tidak dijawab oleh keduanya. Pasalnya, keduanya tak saling mengatakan cinta, tetapi saling memendam rindu. Rindu itulah yang menyatukan mereka dan mengantar keduanya hingga pelaminan.

“Tidak ada yang menyatakan cinta, hanya saja bilang di WahatsApp, ‘aku kangen kamu’, dan dia juga bilang ‘aku kangen kamu’,” kata perempuan kelahiran Kota Banjarmasin ini.

Diakui perempuan yang memiliki enam anak ini, pihak keluarga tidak mempersoalkan pernikahan tersebut. Bahkan, terhadap gosip miring di luar, tak dihiraukannya.

Misnah sempat meminta kepada Rizal agar kembali memikirkan niat menikahi dirinya.

“Tapi dia maksa mau menikahi saya. Katanya perempuan-perempuan muda saat ini cuma tahu uangnya saja,” tegas perempuan yang akan memiliki cicit ini.

Rizal sendiri mengakui bahwa ia sangat mencintai Misnah. Usia Misnah yang terpaut jauh itu, tidak menjadi masalah baginya. Pertemuanya dengan nenek 10 cucu itu menjadikan dirinya sangat bahagia.

“Nggak tahu. Pokoknya awal ketemu langsung merasuk saja rasa bahagia,” singkat pria yang tak banyak bicara ini.

Dikatakan pria yang sehari-hari bekerja membantu kakaknya menjual durian ini, dalam menjalin hubungan cinta dengan istrinya, pernah sesekali mengalami cekcok ringan. Misal saja, Misnah yang kerap cemburu kepadanya. Tentu saja Rizal berusaha, agar kemarahan Misnah tak berkepanjangan.

“Iyalah saya cemburu, kan saya takut dia diambil orang. Nggak terima aku jika diambil orang. Kutatak tu pang (kupotong) bawahnya,” ucap Misnah berkelakar.

Berbincang-bincang soal masa depan, keduanya senada. Setelah pesta pernikahan digelar, keduanya akan melangsungkan bulan madu di Kota Banjarmasin. Ketika ditanya soal momongan, keduanya sepakat tidak akan menunda, jika memang Tuhan memberikan karunia anak kepada mereka.

“Jika memang diberi, ya tidak apa-apa. Kami tidak akan menunda,” tutur keduanya kompak. (*/ce/ma)

Bagikan: