Ini Terobosan Baru Agar Makin Banyak yang Suka Minum Susu

Bagikan:
Eni Anggoro Ningsih menunjukkan produk susu murni kemasan 250 mililiter pada pameran UMKM di Hotel The Alana, Sleman. (F/Jpnn.com/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, SLEMAN – Susu merupakan unsur empat sehat lima sempurna, asupan yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Namun, banyak yang kurang suka jika susu disajikan ‘biasa saja’. Harus ada terobosan agar semakin banyak yang suka minum susu.

FAIRIZA INSANI, Sleman

SUSU dijadikan es krim? Pasti banyak yang suka. Penikmat es krim, secara tidak sadar mengonsumsi susu yang terkandung dalam es krim tersebut. Susu yang terkandung di dalam es krim tersebut berasal dari peternak sapi susu lokal.

Klop. Di satu sisi meningkatkan konsumsi susu. Sisi lain, meningkatkan pendapatan peternak sapi susu lokal. Sehingga para peternak semakin baik kesejahteraannya.

Demikianlah langkah yang dilakukan pemilik produk es krim sweet sundae, Andromeda Sindoro. Dia yang memiliki ide menciptakan cara menarik untuk mengonsumsi susu dalam bentuk es krim sundae.

Sejak 2007 Andromeda memproduksi es krim berbahan susu sapi lokal tersebut. Dia merupakan alumnus Fakultas Peternakan UGM. Latar belakang pendidikan tersebut mengantarkan Andromeda berwirausaha produk es krim.

“Dari hasil riset terhadap peternakan sapi di Kaliurang, akhirnya lahirlah produk ini. Dinamakan Sweet Sundae Ice Cream,” kata salah seorang tim pemasaran produk tersebut Eni Anggoro Ningsih ditemui saat pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Hotel The Alana, Sleman (28/12).

Susu sebagai bahan dasar es krim tersebut diambil langsung dari peternak sapi susu Kaliurang, Sleman. “Setiap pagi kami mendatangkan susu sapi segar yang belum masuk pendingin,” kata Eni. Terlebih dahulu, susu tersebut dipasteurisasi. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan untuk membunuh bakteri, protozoa, kapang, dan khamir. Pasteurisasi juga memperlambatkan pertumbuhan mikroba. Pasteurisasi ditemukan Louis Pasteur, ilmuwan Perancis.

Susu segar yang belum masuk pendingin dipilih karena menghasilkan es krim lembut. Juga mampu menjaga kemurnian susu. Setelah di-pasteurisasi, susu dibekukan beberapa jam. Lalu dimasukkan ke mesin pengolah es krim.

Tak hanya kemurnian bahan dasar, es krim tersebut juga menggunakan perisa murni. Yakni gula pasir asli. Tanpa pemanis buatan.

Begitu juga dengan penambahan rasa. Menggunakan bahan alami. Seperti rasa madu, kurma, dan kopi. Es krim dikemas dalam bermacam ukuran cup.

Sukses memasarkan es krim, dibuat inovasi baru. Yakni es krim berbentuk gelato. Namun tak meninggalkan bentuk asli susu sapi. Susu sapi kemasan dijual dalam dua jenis. Ukuran 250 mililiter Rp 10.000. Ukuran satu liter Rp 18.000.

Produk tersebut dipasarkan secara online dan offline. Banyak restoran dan kafe bekerja sama dengan pihaknya. “Kami juga ada toko sendiri di Nglempongsari, Ngaglik. Tapi sedang direnovasi,” ujar Eni.

Timnya sedang giat berjualan secara online. Produk tersebut juga bisa dibeli melalui katering atau diakses menggunakan aplikasi ojek online.

Banyak manfaat mengonsumsi es krim berbahan susu sapi murni tersebut. Kebutuhan kalsium, magnesium, dan vitamin terpenuhi. Semoga masyarakat bisa mendapatkan manfaat susu murni lewat beragam cara mengonsumsinya. Salah satunya lewat es krim ini,” ungkap Eni. (iwa/fj/ma)

Bagikan: