Ayah Bersyukur Operasi Pemisahan Berhasil, Tak Sabar Ingin Bawa Adam & Malik Pulang

Share this:
Ayah bayi kembar dempet perut Adam dan Malik, Juliadi Silitonga menunjukkan foto kedua anaknya yang berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP H Adam Malik, Selasa (23/7).

METROASAHAN.COM, RASA bahagia terpancar dari wajah Juliadi Silitonga. Ia berulangkali mengucapkan terima kasihnya kepada RSUP Haji Adam Malik dan pemerintah, atas keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siamnya, Adam dan Malik.

Ia mengaku, berkat bantuan semuanya, anaknya mulai kini dapat hidup layaknya bayi normal. “Biarlah Tuhan yang menjaga anak kita sampai nanti mereka besar,” sebutnya.

Juliadi juga berharap pemulihan kedua bayinya dapat cepat berlangsung, agar Adam dan Malik dapat segera berkumpul dengan keluarga di Tapanuli Utara. “Saya ini semangat luarbiasa. Kalau sudah diberi izin, akan langsung saya bawa ke kampung,” ujarnya girang.

Ya, bayi kembar siam dempet perut, Adam dan Malik kini mulai hidup normal. Sebab, operasi pemisahan yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, berjalan sukses dan lancar.
Salah satu tim dokter operasi pemisahan bayi kembar siam, dr Erjan Fikri MKed SpB (K) menyampaikan, operasi pemisahan berlangsung sekitar lima jam lamanya.

Operasi dilaksanakan pada Selasa (23/7) pagi sejak pukul 07.00 WIB ini dan berakhir sekira pukul 12.00 WIB. “Alhamdulillah, kita sudah bekerjasama dengan baik menyelesaikan tugas yang sudah kita rancang 7 bulan lalu. Siang tadi sudah berhasil dipisah, dan keduanya kini sudah dirawat di ruang PICU di Gedung CMU lantai 3,” ungkapnya memberikan keterangan pers di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUP Haji Adam Malik.

Erjan menjelaskan, untuk mendukung operasi ini, persiapan yang panjang telah dilakukan. Dalam operasi, setelah kedua bayi terbius, ujar dia, dilakukan pemasangan perangkat steril, lalu tim membuat rancangan pemotongan kulit, sebelum akhirnya pemisahan dilakukan.

“Usai dipisah, dilakukan penututupan rongga perut, setelah kita memastikan organ dalamnya tidak ada yang cedera. Kemudian dilanjutkan dengan bedah plastik, lalu terhadap bayi dilakukan sterilisasi,” jelasnya.

“Yang agak menjadi tantangan kemarin adanya pembuluh darah yang menyilang antara bayi yang satu dengan bayi dua. Kalau menurut deteksi dokter radiologi, di dalam hatinya menyilang, dan ditafsirkan sebagai vena porta,” kata Erjan.

Vena porta merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari organ sistem pencernaan ke hati. Dokter sudah mengantisipasi kemungkinan pendarahan yang lumayan besar, karena bagi hati vena porta itu menyuplai 70 persen bagi kehidupan hati itu sendiri.

Berbagai alat penghenti darah disiapkan. Ternyata, setelah diperiksa lapis demi lapis, di bawah kulit ditemukan pembuluh darah yang besar itu, yang ternyata berasal dari pusat.

Share this: