Ayah Bersyukur Operasi Pemisahan Berhasil, Tak Sabar Ingin Bawa Adam & Malik Pulang

Share this:
Ayah bayi kembar dempet perut Adam dan Malik, Juliadi Silitonga menunjukkan foto kedua anaknya yang berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP H Adam Malik, Selasa (23/7).

“Kalau bayi normal, dari pusat ke arah hati itu namanya arteri umbilikalis. Kalau teman-teman dokter anak kesulitan memasukkan cairan atau infus untuk bayi-bayi yang dehidrasi itu bisa melalui pusatnya. Itu arteri umbilikalis, lumayan besar dan cukup menopang kehidupan kalau memang itu dehidrasi. Itulah yang kami temukan tadi, kami ligasi, kami ikat kiri dan kanan, baru kami putus. Pendarahan dapat diatasi,” kata Erjan.

Begitupun, dr Utama Abdi Tarigan SpBP menambahkan, keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam ini dapat dilangsungkan karena didukung oleh alat rumah sakit yang sangat baik. Ia menuturkan, saat ini kondisi kedua bayidalam keadaan stabil, tetapi masih membutuhkan pemantauan lanjut untuk melihat perkembangan lukanya pasca operasi dilangsungkan. “Semua pekerjaan kami sudah dapat terlaksana dengan baik. Untuk hasil lanjut, paling tidak baru bisa diketahui seminggu kedepan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD SpJP berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada tim dokter yang terlibat. Menurutnya hal ini merupakan sumbangsih untuk pelayanan masyarakat sekaligus prestasi bagi RSUP Haji Adam Malik di usianya yang ke-26 tahun. “Jadi kita tetap akan mempertahankan tim ini. Apalagi rumah sakit kita sudah memiliki sertifikat JCI, dan tentunya semua alat dan ruangan yang kita gunakan sudah standar internasional,” tandasnya.

Seperti diketahui, kembar siam Adam dan Malik lahir pada 22 November 2018 di RSU Dr Fl Tobing, di Kota Sibolga. Keduanya merupakan anak ketiga dan keempat, pasangan Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing, warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. Mengingat keterbatasan fasilitas rumah sakit di Sibolga, si kembar lantas dirujuk ke RSUP Adam Malik, dan oleh orangtuanya dinamakan Adam dan Malik. Ketika dilakukan operasi pemisahan, keduanya berusia tujuh bulan.(smg/dc/int)

Share this: