Rita Tringani Ginting Sukses Pasarkan Ecoprint di 80 Negara

Share this:
Rita Tringani Ginting menunjukkan kain ecoprint hasil karyanya.

LABUHANBATU– Bisnis industri kreatif memang menjanjikan. Jika dikelola secara profesional dan mampu membaca peluang, maka sangat memungkinkan kalau produk yang dihasilkan bisa go Internasional.

Seperti yang dilakukan Rita Tringani Ginting, anak Labuhanbatu yang sukses membawa kain ecoprint hasil karyanya untuk dipasarkan disetiap inflight dan terminal maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang tersebar di 80 negara di dunia.

Rita Tringani selalu memanfaatkan momen Hari Raya Idul Fitri untuk pulang mudik ke kampung halamannya di kota Rantauprapat. Rita yang kini berdomisili di Jakarta itu juga menjadikan lebaran sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga.

Kesempatan ini pun kami manfaatkan untuk bertemu langsung dengan Rita yang kami temui rumah orangtuanya di Jalan Teratai Nomor 53 Perumnas Kampung Baru Rantauprapat, Selasa (11/6).

Kedatangan kami disambut hangat oleh Rita dan keluarga. Anak ketiga dari pasangan Samran Ginting dan Rosdiana Lubis itu memang dikenal dengan sosok yang ramah. Dia mengaku juga memiliki banyak teman di kota kelahirannya ini.

Apalagi, wanita berkacamata kelahiran 22 Desember 1979 itu memang menamatkan sekolah tingkat SD dan SMP di kota Rantauprapat.
“Saya SD di SDN 116241 Kampung Baru, dan SMP di SMPN 2 Rantau Selatan. Kemudian SMA di Medan dan kuliah di Bandung,” ujar Rita.

Menurut wanita berhijab ini, kerajianan tangan memang sudah digemarinya sejak kecil. Dan, banyak sudah produk hasil karyanya yang sudah dipasarkan. Namun kini, Rita mengaku lebih fokus untuk mengembangkan karya kain ecoprint yang sudah digelutinya selama dua tahun terakhir.
Sebab menurutnya, kerajianan ecoprint ini memiliki peluang yang cukup besar untuk dijadikan sebagai ladang bisnis industri kreatif. ”Ecoprint ini menggunakan bahan alami daun-daunan, unik dan bernilai seni, kesannya juga eksklusif,” ungkapnya.

Namun memang, lanjut Rita, proses pembuatannya juga membutuhkan waktu berhari-hari. Misalkan untuk membuat satu produk kain dengan motif ecoprint dibutuhkan waktu lebih kurang selama 3 hari. Maka tak heran jika produk kain dengan motif ecoprint ini biasanya dijual dengan harga yang relatif mahal.

Kata Rita, ada banyak teknik dan cara untuk membuat motif pada kain. Mulai dari membatik, menyulam, menenun, hingga membordir. Nah, yang digelutinya saat ini adalah teknik baru membuat motif pada kain yakni bernama ecoprint. Teknik inipun mulai menjadi tren sejak dua tahun terakhir. Proses pembuatannya pun gampang-gampang susah.

Share this: